Lepas dari Genset, Pulau Sembur Segera Nikmati Listrik Tenaga Surya

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:02:43 WIB
PLTS KDKMP. ( Sumber : NET )

BATAM - Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI bersama Pertamina New & Renewable Energy (NRE) melakukan kunjungan pemantauan pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (19/6).

Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengonfirmasi bahwa perkembangan proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur sudah mencapai 80%.

“Proyek PLTS berbasis energi terbarukan yang disandingkan dengan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6).

Sebagaimana diketahui, Pulau Sembur merupakan pulau kecil yang berada di gugusan Pulau Galang dan hanya dapat diakses menggunakan transportasi laut sekitar 1 jam dari Batam.

Selama ini masyarakat di pulau tersebut belum menikmati pasokan listrik yang memadai dan masih mengandalkan genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional yang tinggi.

Pulau Sembur dipilih sebagai lokasi proyek berbasis energi baru dan terbarukan ini karena memenuhi sejumlah kriteria utama pengembangan KDKMP, yakni telah memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan, sudah terbentuk KDKMP namun belum terhubung jaringan listrik.

Dirinya menyampaikan bahwa pada tahap pertama ini, seluruh panel surya telah terpasang, dan sistem baterai telah berhasil dikirim dan tiba di lokasi proyek dimana pada tahap pertama ini PLTS dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh).

“Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” terang dia.

Lebih lanjut, Nur mengungkapkan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari, yang nantinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat.

Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan III 2026 dan akan menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

”Kami berharap PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tidak hanya menghadirkan energi yang andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi," pungkas Sri.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi," jelas dia.

Ia juga menegaskan bahwa kebermanfaatan proyek juga mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai tahapan pembangunan.

Setelah beroperasi, PLTS akan menjadi faktor produksi utama listrik dari PLTS akan diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau, dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.

Proyek hasil kolaborasi Kementerian Koperasi RI dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini merupakan proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia.

Model yang dikembangkan menempatkan koperasi sebagai pengelola utama aset energi sekaligus penggerak kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga manfaat yang dihasilkan dapat kembali kepada anggota dan warga desa.

Terkini