SKK Migas Setujui PGN Saka Kembangkan Lapangan Ronggolawe

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:03:26 WIB
SKK Migas Setujui PGN Saka (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan aset hulu migas strategis.

Teranyar, anak perusahaan Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ini mendapatkan persetujuan Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe PHE-7 di Wilayah Kerja (WK) Pangkah, Jawa Timur.

Restu dari SKK Migas ini menjadi langkah krusial bagi PGN Saka dalam mengonversi sumber daya migas menjadi produksi sekaligus mendongkrak pasokan energi nasional.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGN Saka, Fuji Koesumadewi, memaparkan bahwa persetujuan POD ini membuka kesempatan untuk mempercepat pembangunan lapangan yang sebelumnya telah melewati berbagai studi teknis dan evaluasi komersial.

“Persetujuan POD ini membuka jalan bagi percepatan pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat kinerja perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Target produksi Lapangan Ronggolawe dijadwalkan mulai berjalan pada akhir 2029.

Ketika mencapai puncak produksi, lapangan ini diproyeksikan dapat menghasilkan minyak hingga 5.126 barel per hari (BOPD).

Adapun total sumber daya yang bisa diproduksikan berkisar 10 juta barel minyak sepanjang masa operasinya.

Bagi PGN Saka, pengerjaan Ronggolawe menjadi bagian dari strategi mengoptimalkan potensi Wilayah Kerja Pangkah yang menjadi aset vital perusahaan di sektor hulu migas.

Lapangan ini dikembangkan sebagai tindak lanjut dari pengeboran sumur appraisal RGL-3 pada 2024 yang membuktikan nilai ekonomis cadangan hidrokarbon di kawasan tersebut.

Struktur Ronggolawe awalnya ditemukan lewat pengeboran sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012.

Semenjak itu, beragam kajian teknis terus dijalankan, mulai dari pengujian kandung lapisan, analisis tekanan reservoir, hingga evaluasi karakteristik fluida guna memastikan kelayakan ekonomi proyek.

Pada fase pengembangan, PGN Saka berniat mengebor empat sumur baru yang nantinya tersambung dengan fasilitas produksi yang sudah ada di WK Pangkah melalui pipa bawah laut.

Penggunaan infrastruktur yang telah tersedia ini dipercaya bisa menekan biaya investasi serta mempercepat waktu produksi awal minyak (first oil).

Di samping itu, pembangunan Lapangan Ronggolawe akan diterapkan lewat skema unitisasi antara WK Pangkah kelolaan PGN Saka dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dijalankan PT Pertamina Hulu Energi WMO.

Kolaborasi ini diharapkan bisa memaksimalkan pengelolaan cadangan migas lintas wilayah kerja serta mendongkrak nilai ekonomi proyek.

Persetujuan proyek Ronggolawe ini menegaskan komitmen PGN Saka dalam memperkokoh portofolio bisnis hulu migas di tengah target pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional.

Kehadiran lapangan baru tersebut diharapkan mampu menyumbang pasokan energi domestik dalam beberapa tahun ke depan sekaligus menjaga keberlanjutan energi nasional.

Terkini