NTB Kembangkan SDM Energi Bersih untuk Pasar Domestik dan Global

Selasa, 09 Juni 2026 | 15:03:51 WIB
pembangkit tenaga surya di Pulau Sumbawa. ( Sumber : NET )

MATARAM - Institute for Essential Services Reform melaporkan bahwa kapasitas potensi pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Sumbawa mencapai angka 8,64 GW.

Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, IESR telah menerbitkan kajian mengenai pulau berbasis 100% energi terbarukan serta fleksibilitas pada sistem tenaga listrik.

Kajian tersebut mengungkapkan bahwa Pulau Sumbawa memiliki peluang untuk mencukupi seluruh kebutuhan listriknya melalui sumber energi terbarukan, terutama tenaga surya dengan potensi hingga 8,64 gigawatt (GW).

Fabby menambahkan bahwa pengalaman IESR dalam menyusun Peta Jalan Bali Emisi Nol Bersih 2045 Sektor Ketenagalistrikan bisa menjadi referensi krusial bagi NTB dalam menyusun strategi menuju NZE.

"Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembangunan 100 GW energi surya di sekitar 80 ribu desa. Kami melihat ini sebagai momentum bagi daerah untuk berkontribusi dalam pencapaian target nasional," kata Fabby dikutip dari siaran pers, Senin (8/6/2026).

Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus mendorong NTB agar meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang energi terbarukan serta menjadi pusat pengembangan tenaga kerja energi bersih untuk wilayah Indonesia Timur.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) 2050.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa NTB memerlukan arah pembangunan yang terukur demi memastikan transisi energi berjalan efektif serta memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

"IESR dapat memberikan masukan strategis untuk mengarusutamakan energi terbarukan. Dalam masa transisi energi seperti saat ini, inisiatif NZE juga perlu mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat," ujarnya.

Iqbal menegaskan, NTB memiliki potensi energi terbarukan besar yang menjadi modal penting untuk mendorong transformasi ekonomi daerah lebih berkelanjutan.

Iqbal menilai SDM NTB memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja energi terbarukan, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah.

"Banyak tenaga kerja NTB memiliki kemampuan berbahasa Arab. Yang perlu diperkuat adalah pendidikan teknis, pusat pelatihan, dan dukungan sertifikasi agar mampu bersaing di sektor energi terbarukan," tutur Iqbal.

Terkini