JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meningkatkan layanan verifikasi emisi karbon demi mempercepat transisi menuju industri hijau serta mendukung target net zero emission (NZE) nasional.
Langkah ini diwujudkan dengan memperkuat sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi gas rumah kaca (GRK) yang terstandarisasi bagi sektor industri manufaktur di tanah air. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya komitmen pelaku industri dalam menjalankan tata kelola emisi yang akuntabel sesuai standar internasional.
"Verifikasi emisi GRK merupakan bagian penting dalam membangun industri nasional yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta adaptif terhadap tuntutan pasar internasional. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mencapai target net zero emission dan penguatan daya saing industri nasional di pasar global," ujar Menperin Agus.
Dalam kerangka tersebut, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) di bawah Kemenperin terus mengoptimalkan layanan validasi serta verifikasi emisi GRK. Kepala BSKJI, Emmy Suryandari, menyatakan bahwa kehadiran lembaga verifikasi yang independen sangat krusial bagi keberhasilan dekarbonisasi industri.
"BSKJI terus memperkuat infrastruktur standardisasi dan jasa industri, termasuk melalui pengembangan lembaga validasi dan verifikasi GRK yang kompeten, independen, dan terakreditasi. Kehadiran lembaga yang kredibel sangat penting untuk mendukung industri dalam menjalankan agenda dekarbonisasi dan memenuhi berbagai tuntutan regulasi global," kata Emmy.
Keseriusan ini dibuktikan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) yang telah mempersiapkan sistem manajemen sesuai standar SNI ISO/IEC 17029:2019 sejak tahun 2024.
Pencapaian tersebut menghasilkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LVV-025-IDN. Sebagai langkah nyata, BBSPJIA telah menyerahkan Sertifikat Pernyataan Verifikasi Emisi GRK kepada PT Lami Packaging Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap pengelolaan emisi karbon yang lebih baik di sektor manufaktur.