PLN EPI Gencarkan Dekarbonisasi Melalui Pemulihan Ekosistem Mangrove

Jumat, 29 Mei 2026 | 15:29:50 WIB
PLN EPI menggelar HSSE Talk #4 untuk memperkuat pendekatan berbasis alam dalam dekarbonisasi. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat upaya dekarbonisasi serta transisi energi berkelanjutan melalui pendekatan berbasis alam (nature-based solutions).

Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan HSSE Talk #4 dengan tema Nature-Based Solutions for Decarbonization: Unlocking the Power of Blue Carbon Ecosystems dalam rangka peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026. 

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (22/5) ini diikuti oleh jajaran manajemen serta insan PLN EPI Group sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan.

Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3KL) PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Muhammad Aminuddin, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus menjaga ketahanan pasokan energi nasional, tetapi juga memikul tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.

“PLN EPI memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional. Namun di saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ekosistem pesisir yang menjadi rumah bagi mangrove dan padang lamun sebagai penyerap karbon alami atau blue carbon,” ujar Aminuddin. 

Ia menjelaskan, ekosistem padang lamun dan mangrove mampu menyerap karbon hingga sepuluh kali lebih efektif dibandingkan hutan daratan, sehingga menjadikannya solusi penting dalam mendukung target penurunan emisi nasional serta Net Zero Emission Indonesia 2060.

PLN EPI juga menyoroti ancaman perubahan iklim yang kian meningkat bagi masyarakat pesisir. Data CarbonEthics menunjukkan Indonesia memiliki 3,4 juta hektare kawasan mangrove dengan kapasitas penyimpanan 3,1 miliar ton CO2, namun 40 persen di antaranya mengalami degradasi dalam tiga dekade terakhir. 

Menurut Aminuddin, pengembangan bisnis energi ke depan harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan. “PLN EPI perlu memposisikan diri sebagai pelopor integrasi nature-positive strategy dalam operasional energi. 

Keberlanjutan bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam membangun bisnis energi masa depan yang resilien dan bernilai tambah,” katanya.

Dalam forum tersebut, PLN EPI menghadirkan Senior Business Development Manager CarbonEthics, Farhan Prastiyan. Farhan menilai solusi berbasis alam memiliki peluang besar untuk mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi. 

Rehabilitasi mangrove dan pengelolaan pesisir berkelanjutan tidak hanya meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru lewat pemberdayaan masyarakat lokal dan blue economy

Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui proyek rehabilitasi mangrove di Karawang yang melibatkan komunitas lokal, termasuk pelatihan dan penguatan sektor ekowisata. 

Melalui HSSE Talk #4, PLN EPI berharap insan perusahaan semakin memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai aksi nyata menghadapi perubahan iklim, sejalan dengan tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026, “Acting Locally for Global Impact”.

Terkini