IPA Convex 2026 Jadi Wadah Kesepakatan Strategis Hulu Migas

Senin, 25 Mei 2026 | 20:59:06 WIB
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (FOTO: NET)

TANGERANG - Indonesian Petroleum Association (IPA) memberikan apresiasi terhadap ketegasan Pemerintah yang memprioritaskan pentingnya sinergi antara pihak pemerintah dan pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.

Kolaborasi ini diimplementasikan melalui langkah peningkatan kegiatan eksplorasi serta akselerasi pengembangan di sejumlah proyek maupun lapangan yang telah ditemukan.

“Pemerintah yang dimaksud disini bukan hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga termasuk Pemerintah Daerah,” kata Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, usai seremoni penutupan IPA Convex 2026, Jum’at (22/5/2026).

Marjolijn menjelaskan bahwa sokongan dari seluruh jajaran pemerintah menjadi elemen krusial untuk menjaga keberlanjutan industri hulu migas di dalam negeri, terutama di tengah ketatnya kompetisi investasi sektor energi di tingkat global.

Kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan IPA Convex 2026 dinilai menjadi bukti konkret komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor hulu migas di tanah air.

Ia pun menyambut baik pernyataan pihak pemerintah terkait janji pembenahan iklim investasi pada sektor energi, termasuk upaya simplifikasi proses perizinan dan penguatan kepastian hukum.

Upaya tersebut menjadi kebutuhan fundamental bagi sektor hulu migas yang berkarakteristik padat modal, memiliki risiko tinggi, serta membutuhkan siklus investasi dalam jangka panjang.

“Kami selalu ingin menyampaikan kepada publik bahwa hulu migas merupakan industri yang memiliki jangka waktu panjang, padat modal, yard risiko yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan agar para calon investor dan perusahaan yang sudah ada di Indonesia akan memiliki keyakinan untuk menempatkan investasi mereka di Indonesia,” tegas Marjolijn.

Pihak IPA menaruh harapan agar komitmen nyata pemerintah tersebut bisa segera terealisasi lewat kebijakan yang sinkron serta implementasi yang responsif, baik pada level pemerintah pusat hingga daerah, demi mendorong pertumbuhan industri hulu migas domestik sekaligus menyokong target ketahanan energi Indonesia.

Chairperson IPA Convex 2026, Teresita Listyani, ikut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang telah mengoptimalkan ajang IPA Convex 2026 sebagai sarana menyepakati bermacam kolaborasi strategis.

Rangkaian agenda tersebut meliputi penandatanganan kontrak Wilayah Kerja (WK), pengumuman lelang WK, penyampaian hasil tender WK, hingga penandatanganan berbagai komitmen komersial seperti PJBG, HOA, serta JSA lainnya.

“Hal itu menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak sunset tetapi masih bergerak untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia,” kata Teresita.

Terkini