Mobil Listrik REEV Dinilai Lebih Cocok dengan Kondisi Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 | 20:59:06 WIB
Changan Deepal S05 jadi REEV pertama di Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Perkembangan peralihan ke kendaraan listrik di tanah air hingga kini masih menghadapi sejumlah hambatan.

Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas pengisian daya serta rasa cemas terkait daya jangkau baterai.

Di tengah situasi itu, sistem Range Extended Electric Vehicle (REEV) mulai ditawarkan sebagai alternatif elektrifikasi yang dianggap lebih sesuai dengan keperluan warga Indonesia.

Langkah ini salah satunya diterapkan oleh Changan lewat pengenalan Deepal S05 REEV pada April 2026 yang lalu.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyebutkan bahwa inovasi tersebut datang sebagai jalan keluar elektrifikasi yang lebih efisien untuk menunjang aktivitas transportasi warga di dalam negeri.

“Kami memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Karena itu, teknologi REEV hadir untuk memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini,” kata Setiawan dalam keterangan resminya.

Sistem REEV sendiri ialah mobil ramah lingkungan yang seluruh roda penggeraknya sepenuhnya dijalankan oleh motor listrik.

Sementara itu, dapur pacu konvensional berbahan bakar bensin hanya bertugas menjadi generator untuk mengisi daya baterai apabila dibutuhkan.

Proses kerja ini berlainan dengan Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), ataupun Battery Electric Vehicle (BEV).

Hal tersebut dikarenakan roda penggerak utama pada sistem REEV senantiasa bertumpu pada motor listrik.

Melalui sokongan mesin pengisi daya baterai itu, REEV bisa menekan rasa khawatir pengendara mengenai jarak tempuh.

Khususnya ketika menempuh perjalanan jauh atau saat area sekitar masih minim infrastruktur SPKLU.

Selain itu, pemilik mobil tetap bisa menikmati impresi berkendara ala kendaraan listrik murni yang kedap, tenang, serta instan dengan fleksibilitas pemakaian yang lebih luas.

Meski tetap memakai bahan bakar fosil, gas buang yang dihasilkan oleh REEV dinyatakan jauh lebih sedikit daripada kendaraan biasa lantaran mesin generatornya beroperasi pada tingkat optimal yang paling hemat.

Terkini