BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas di Indonesia dan Prediksi Durasinya

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:43 WIB
Ilustrasi BMKG

JAKARTA – BMKG menjelaskan penyebab cuaca panas di Indonesia dipicu minimnya tutupan awan akibat dominasi angin timuran Australia yang kering di masa transisi kemarau.

Kondisi atmosfer yang minim awan membuat radiasi matahari langsung menyentuh permukaan bumi tanpa penghalang signifikan.

"Kondisi ini merupakan pertanda masa transisi menuju musim kemarau, di mana suhu panas yang terjadi di Indonesia pada bulan Mei 2026 merupakan bagian dari fase awal musim kemarau," kata Ardhasena Sopaheluwakan, dilangsir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).

Ardhasena menjelaskan bahwa pergerakan semu Matahari yang berada di dekat wilayah utara Indonesia turut memperkuat intensitas penyinaran.

Fenomena suhu menyengat ini tercatat paling tinggi di wilayah Medan yang mencapai angka 36,8 derajat Celsius.

Kawasan Ciputat dan sekitarnya juga melaporkan suhu udara berada pada level 36,2 derajat Celsius pada awal pekan ini.

Meskipun udara terasa sangat kering, sejumlah wilayah masih berpeluang mengalami hujan akibat pengaruh gelombang ekuator.

Ketua Tim Prediksi BMKG menyebutkan bahwa suhu tinggi ini diperkirakan tetap bertahan setidaknya sampai awal Mei 2026.

Tren kenaikan suhu secara gradual diprediksi baru akan mengalami penurunan pada bulan Juni mendatang.

Puncak dari hawa panas yang lebih merata diperkirakan baru akan terjadi pada periode Agustus hingga September 2026.

Terkini