Donald Trump Keliru Menyebut Iran sebagai 'Republik Islam Jepang'

Donald Trump Keliru Menyebut Iran sebagai 'Republik Islam Jepang'
Presiden AS Donald Trump. ( Sumber : NET )

ANKARA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara keliru menjuluki Iran sebagai "Republik Islam Jepang" ketika membicarakan ihwal serangan peluru kendali Teheran menuju kapal induk AS beberapa waktu lampau.

Peristiwa keliru bicara ini, seperti dilaporkan USA Today serta The Independent, Kamis (9/7/2026), terjadi saat Trump mengadakan konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (8/7), sesudah pertemuan keduanya di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Dalam sesi yang sama, Trump juga keliru menjuluki Zelensky, yang duduk persis di sebelahnya, selaku Presiden Rusia Vladimir Putin, yang merupakan musuh bebuyutan Presiden Ukraina itu.

Trump, dalam konferensi pers mendadak yang berjalan santai tersebut, awalnya memuji kehebatan persenjataan pertahanan AS, lalu mengungkit ihwal peristiwa yang ia sebut sebagai gempuran terhadap kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, beberapa waktu lampau.

"Kami memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, yaitu (USS) Abraham Lincoln," ucap Trump yang kini berusia 80 tahun.

"Dan beberapa bulan lalu, kami, saya sudah menceritakan hal ini kemarin, kami menghadapi 111 rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam Jepang," kata Presiden AS itu, yang tampaknya berniat menyebut "Republik Islam Iran" namun keliru bicara.

Dia menceritakan bahwa peluru kendali tersebut ditembakkan menuju kapal induk AS dalam rentang waktu sekitar satu jam serta semuanya sukses dicegat.

"Rudal-rudal itu ditembakkan ke arah kapal induk dalam kurun waktu sekitar satu jam. Sebanyak 111 rudal mengarah ke kapal yang sangat mahal harganya, dan setiap rudal itu berhasil ditembak jatuh, sebagian besar oleh Patriot, namun juga dengan cara-cara lainnya," sebut Trump.

Trump tampaknya menunjuk pada gempuran Iran menuju kapal induk AS di awal tahun ini ketika perang Timur Tengah berkecamuk.

Akan tetapi entah mengapa ia justru menjuluki Jepang selaku pihak yang melancarkan gempuran, padahal Jepang tidak pernah lagi melancarkan gempuran menuju AS selama hampir satu abad.

Meskipun Angkatan Bersenjata Jepang pernah menjadi ancaman bagi kapal-kapal induk serta aset Angkatan Laut AS selama Perang Dunia II silam, kedua negara sudah menjadi sekutu karib sesudah kekalahan Jepang dalam perang tersebut serta hubungan erat terus dijaga sampai saat ini.

Beberapa saat kemudian dalam sesi konferensi pers yang sama, Trump kembali keliru bicara.

Dia secara keliru menjuluki nama Zelensky, yang duduk di sampingnya, selaku Putin saat dia bertanya kepada awak media apakah mereka memiliki "pertanyaan untuk Presiden Putin".

Peristiwa keliru bicara ini memicu gelak tawa di ruangan tersebut, dengan Trump berupaya memperbaiki situasi dengan mengulangi pertanyaannya seraya berkelakar bahwa dirinya akan menyampaikan pertanyaan awak media menuju pemimpin Rusia itu.

Peristiwa keliru bicara ini terjadi beberapa jam sesudah Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata rapuh antara AS serta Iran sudah usai, sesudah kedua negara kembali saling serang.

Militer AS membombardir puluhan sasaran Iran guna membalas gempuran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, yang diyakini didalangi dari Sumbernya.

Dalam sesi terpisah di KTT NATO, Trump menjuluki para pemimpin Iran selaku "sampah" serta bersumpah bahwa AS "kemungkinan akan kembali menghantam Iran dengan keras malam ini".

Dia juga menjuluki Iran dipimpin oleh "orang-orang sakit" seraya menegaskan: "Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index