LGES dan Honda Mulai Produksi Massal Sel Baterai ESS di AS

LGES dan Honda Mulai Produksi Massal Sel Baterai ESS di AS
Rendering of the new EV battery plant (FOTO: NET)

JAKARTA - Perusahaan Korea Selatan LG Energy Solution Ltd. (LGES) pada Jumat (3/7) mengumumkan bahwa usaha patungannya dengan Honda Motor Co. telah memulai produksi massal sel baterai lithium-ion untuk sistem penyimpanan energi (energy storage system/ESS) di Amerika Serikat.

Pabrik baterai di Jeffersonville, Ohio, yang dijalankan oleh perusahaan patungan L-H Battery Co., mulai memproduksi sel baterai ESS pada Kamis (waktu setempat AS), menurut keterangan perusahaan, sebagaimana dikutip dari Sumbernya, Jumat (3/7).

Sel baterai tersebut akan disalurkan melalui LG Energy Solution Vertech, anak usaha integrasi sistem ESS perusahaan di Amerika Utara, untuk diterapkan pada sistem penyimpanan energi bagi jaringan listrik, sektor komersial, industri, dan perumahan di seluruh Amerika Serikat.

Pabrik tersebut pada mulanya disiapkan untuk memproduksi sel baterai bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Akan tetapi, LGES mengubah strategi produksinya dengan berfokus pada baterai ESS sebagai respons terhadap perubahan regulasi kendaraan listrik di Amerika Serikat dan prospek pertumbuhan pasar penyimpanan energi yang dinilai kuat.

L-H Battery menyatakan akan mempertahankan portofolio produksi yang dinamis dengan memproduksi sel baterai untuk kendaraan listrik hibrida maupun ESS, bergantung pada permintaan pasar.

Perusahaan menambahkan dimulainya produksi massal tersebut menjadi tonggak penting dalam strategi LGES untuk memperluas basis manufaktur lokal di pasar ESS Amerika Utara yang berkembang pesat.

"ESS adalah salah satu bisnis pertumbuhan masa depan yang utama bagi L-H Battery dan bersama dengan produksi sel baterai kendaraan listrik hibrida, ini akan menjadi salah satu pilar bisnis inti perusahaan," ujar Chief Executive Officer (CEO) L-H Battery Koo Cha-hoon.

Berdasarkan data firma riset pasar SNE Research, pasar baterai ESS di Amerika Utara diperkirakan tumbuh pesat, dengan pengiriman baterai tahunan meningkat dari 88 gigawatt-jam (GWh) pada tahun lalu menjadi 485 GWh pada 2030 dan mencapai 976 GWh pada 2035.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index