JAKARTA - Harga emas belum memperoleh momentum penguatan seiring dengan keputusan kebijakan moneter global yang cenderung mengarah pada tingkat suku bunga yang lebih tinggi.
Dikutip dari Kitco News, Jumat (18/6/2026), harga emas tidak menunjukkan banyak reaksi terhadap keputusan Bank of England (BoE) yang tetap mempertahankan suku bunga di level 3,75%; namun, terdapat dua anggota komite yang memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Sementara itu, Federal Reserve juga menahan suku bunga acuan dalam kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan kebijakan hari Rabu (17/6/2026). Sebelumnya, Bank Sentral Eropa telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada minggu lalu.
Dalam pernyataan kebijakan moneternya, BoE mencatat posisi sulit yang dihadapi karena harga energi meningkatkan tekanan inflasi sementara ekonomi terus melemah.
Menyusul keputusan kebijakan moneter BoE, pasar memperkirakan pengetatan sekitar 35 basis poin tahun ini, yang tidak banyak berubah dari ekspektasi sebelum pertemuan berlangsung.
Harga emas spot terakhir diperdagangkan terhadap poundsterling Inggris pada £ 3.211,84 per troy ounce, turun 0,37% pada hari Kamis (18/6/2026).
Adapun terhadap dolar AS, harga emas spot terakhir diperdagangkan di kisaran US$ 4.247,60 per troy ounce atau turun 0,20% pada hari itu.
Selain itu, harga emas juga melemah setelah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran di Amerika Serikat yang mencapai 226.000 (setelah disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir pada 13 Juni 2026.