Dukung Transisi Energi, MKI Fokus pada Teknologi Waste-to-Energy

Dukung Transisi Energi, MKI Fokus pada Teknologi Waste-to-Energy
Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia. ( Sumber : NET )

JAKARTA – Ketua Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Tengah dan DIY, Soewondo Koesoemo, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut Soewondo, pengembangan energi bersih menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) pada masa mendatang.

Ia menilai pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan bukan hanya menjadi kebutuhan masa depan, tetapi juga fondasi penting bagi keberlanjutan sektor energi nasional.

“Pengembangan energi baru terbarukan dan pemanfaatan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah nyata menuju masa depan energi Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan ramah lingkungan,” ujar Soewondo dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Soewondo mengatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai sumber energi terbarukan, mulai dari energi surya, biomassa, hingga pemanfaatan sampah menjadi energi listrik.

Menurut dia, transformasi sektor energi tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan.

Karena itu, MKI mendorong terjalinnya sinergi antara pemerintah, PLN, investor, perguruan tinggi, dan dunia usaha guna mempercepat realisasi proyek-proyek energi terbarukan di berbagai daerah.

Selain pengembangan EBT, Soewondo juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi atas meningkatnya persoalan sampah perkotaan.

Menurutnya, sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Melalui teknologi ini, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir bisa berkurang signifikan, sementara di sisi lain menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index