Museum Ibu Marsinah di Nganjuk Bakal Diresmikan Prabowo Besok

Museum Ibu Marsinah di Nganjuk Bakal Diresmikan Prabowo Besok
Museum Ibu Marsinah. ( Sumber : NET )

NGANJUK- Pembangunan Museum Ibu Marsinah yang berlokasi di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, kini telah rampung.

 Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan langsung museum yang menjadi simbol bagi perjuangan kaum buruh di Indonesia tersebut esok hari.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, selaku inisiator dari berdirinya museum ini, menyatakan bahwa seluruh persiapan untuk agenda peresmian sudah matang. 

Ia pun berharap prosesi peresmian dapat berjalan dengan lancar.

"Besok Bapak Presiden akan tiba di sini jam 08.45 WIB dan acara dimulai jam 09.00 WIB. Ini merupakan hal yang luar biasa, Presiden punya concern yang sangat besar untuk perjuangan buruh Indonesia," kata Andi Gani saat kegiatan gladi resik di Nganjuk, Jumat (15/5/2026).

Andi Gani menjelaskan bahwa seluruh biaya pembangunan museum bersumber secara mandiri dari internal KSPSI, tanpa menggunakan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 Ia menambahkan, KSPSI ditopang oleh sistem manajerial serta kondisi keuangan organisasi yang mandiri.

"Museum ini dibangun tanpa dana APBN. Kenapa KSPSI mampu? Karena kami memiliki manajerial kekuatan keuangan yang kuat. Ini adalah bentuk kesadaran penuh karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa isi di dalam museum terbagi ke dalam beberapa bagian yang mengisahkan riwayat hidup Marsinah. 

Di antaranya adalah pakaian asli yang dikenakan oleh Marsinah sebelum mengembuskan napas terakhir, tas yang dibawanya kala itu, hingga dokumentasi kliping koran asli yang memuat riwayat pembunuhan serta jalannya persidangan kasus tersebut.

"Isinya adalah mulai dari awal ini ada pakaian Ibu Marsinah pada saat sebelum meninggal. Ini tas yang waktu itu dibawa, lalu ini ada kliping-kliping koran, kalau kita lihat ada kliping pembunuhannya kenapa, dan nah ini dia semuanya lengkap," jelas Andi Gani.

Berdasarkan situasi di lokasi, museum ini turut menghadirkan diorama yang menggambarkan kondisi kaum pekerja pada era tahun 90-an, serta kronologi sejarah 13 orang yang mendapat paksaan untuk menandatangani surat pengunduran diri pada masa itu. 

Tidak hanya itu, dipamerkan pula rangkuman dari berbagai poin tuntutan yang diperjuangkan oleh Marsinah kala itu.

Hal menarik lainnya, bangunan museum ini didirikan tepat di atas lokasi penanaman ari-ari milik Marsinah.

 Letak areanya juga berada persis di sebelah rumah masa kecil mendiang Marsinah.

"Di atas museum ini adalah tempat ari-arinya Ibu Marsinah dikuburkan. Jadi ini punya sejarah kuat yang luar biasa," kata Andi Gani.

Andi Gani menyampaikan bahwa pihaknya berkaca pada konsep penataan yang diterapkan oleh Museum Galeri Nasional Singapura dalam menyusun tata ruang Museum Ibu Marsinah.

 Dalam pelaksanaannya, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni bersama jajaran Desk Ketenagakerjaan Polri turut memberikan supervisi selama masa pembangunan.

"Nah ini kami mengadopsi, Pak Irhami dan tim berangkat ke Museum Galeri Nasional di Singapura. Akhirnya teradopsilah (konsep) ini," sebutnya.

Di samping bangunan utama museum, pada kompleks yang sama juga disediakan fasilitas Rumah Singgah bagi para peziarah maupun aktivis buruh yang datang dari luar wilayah.

 Layanan penginapan ini dapat diakses oleh siapa saja secara gratis.

Acara peresmian esok diperkirakan akan dihadiri oleh kurang lebih 7.000 buruh yang bertolak dari wilayah Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang.

 Selain kehadiran Presiden Prabowo, sejumlah pejabat dan tokoh penting juga dijadwalkan hadir, seperti Sekjen ITUC (Konfederasi Serikat Buruh Internasional) Shoya Yoshida, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga jajaran pimpinan dari MPR dan DPD RI.

Pascaagenda peresmian esok hari, museum ini baru akan dibuka untuk kunjungan masyarakat luas dalam waktu tujuh hari ke depan. Warga yang berkunjung tidak akan dikenakan biaya tiket masuk atau gratis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index