JAKARTA – PT PLN Indonesia Power kian memperkuat transisi bisnis energi bersih dengan menggabungkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam mekanisme perdagangan karbon dunia.
Tahapan strategis ini direalisasikan lewat kesepakatan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc.
sebagai langkah memperlebar portofolio bisnis 'beyond kWh' yang bertumpu pada solusi solar PV.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengutarakan bahwa kemitraan ini merupakan fase vital bagi perseroan guna menyatukan proyek PLTS dengan kegiatan monetisasi karbon pada skala internasional.
"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," ungkapnya pada Senin (11/5/2026).
Proses pengesahan perjanjian dilaksanakan oleh Bernadus bersama CEO DevvStream Corp, Sunny Trinh, di Jakarta pada Selasa (5/2/2026).
Dalam kolaborasi tersebut, PLTS yang didirikan menggunakan sistem off-grid untuk memenuhi keperluan energi internal pelanggan secara otonom tanpa terkoneksi ke jaringan listrik utama, dengan tetap menaati aturan lingkungan serta perdagangan emisi yang berlaku.
Melalui program ini, PLN Indonesia Power akan menghasilkan sertifikat pengurangan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) yang penjualannya bakal dikelola melalui DevvStream sebagai mitra mancanegara.
Bernadus memandang langkah tersebut sebagai bagian dari taktik perusahaan dalam menyusun model bisnis berkelanjutan yang sanggup memberikan nilai tambah bagi perseroan.
"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," tuturnya.
Ia menjabarkan bahwa konsep 'beyond kWh' yang diterapkan PLN IP tidak sekadar berfokus pada penjualan setrum, namun juga mencakup jasa energi terpadu, manajemen emisi, hingga maksimalisasi aset energi kepunyaan pelanggan.
Implementasi PLTS off-grid ini dirancang untuk membantu pelanggan dalam meraih efisiensi energi serta memangkas emisi gas rumah kaca secara mandiri.
Di pihak lain, Sunny Trinh menyatakan bahwa sinergi ini membuka peluang besar bagi proyek karbon berbasis energi hijau dari Indonesia untuk berkompetisi di pasar luar negeri.
"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," jelasnya.
Kerja sama ini mempertegas posisi PLN Indonesia Power sebagai pionir solusi energi berbasis kebutuhan konsumen sekaligus pendukung agenda dekarbonisasi nasional, dengan dedikasi untuk terus memperluas penerapan solar PV demi mengoptimalkan keuntungan dari pasar karbon internasional.