Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Polemik Kursi Pijat dan Akuarium Laut

Gubernur Kaltim Minta Maaf Atas Polemik Kursi Pijat dan Akuarium Laut
ilustrasi gubernur kalitim

SAMARINDA – Gubernur Kaltim minta maaf secara terbuka guna meredam kritik publik terkait pengadaan kursi pijat dan akuarium laut di lingkungan kantor pemerintahan daerah.

Kehebohan ini bermula saat rincian anggaran belanja fasilitas mewah tersebut tersebar luas dan memicu gelombang keberatan dari berbagai lapisan masyarakat sipil.

Langkah permohonan maaf ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral pimpinan daerah terhadap penggunaan dana pendapatan dan belanja daerah yang disorot.

"Buntut polemik kursi pijat dan akuarium laut, Gubernur Kaltim minta maaf," ujar Akmal Malik, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).

Fasilitas yang dimaksud sebelumnya direncanakan untuk mengisi ruang tunggu dan area relaksasi di gedung utama sekretariat daerah setempat.

Banyak pihak menilai bahwa pengalokasian dana untuk barang-barang tersebut tidak relevan dengan kebutuhan mendesak masyarakat Kalimantan Timur saat ini.

Akmal Malik berpendapat, bahwa kehadiran fasilitas tersebut seharusnya dipertimbangkan lebih matang agar tidak melukai rasa keadilan sosial di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

"Kami akan melakukan peninjauan kembali terhadap seluruh daftar pengadaan barang agar lebih mengedepankan asas fungsional dan penghematan anggaran," tegas Akmal Malik melalui berbagai sumber.

Evaluasi internal kini tengah berjalan untuk menelusuri proses perencanaan hingga munculnya angka anggaran bagi kursi pijat dan akuarium laut tersebut.

Pemerintah provinsi berkomitmen untuk lebih transparan dalam memaparkan rencana belanja daerah guna menghindari kesalahpahaman informasi dengan publik di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index