JAKARTA - Program MBG menopang kenaikan kebutuhan susu nasional secara signifikan namun memicu lonjakan ketergantungan impor akibat produksi domestik yang belum memadai.
Lonjakan permintaan ini menjadi sinyal penting bagi peta jalan ketahanan pangan nasional yang harus segera menyesuaikan kapasitas produksi lokal.
Kesenjangan antara kemampuan peternak dalam negeri dan target konsumsi harian menjadi isu krusial yang tengah dibahas oleh para pemangku kepentingan.
"Faktor MBG menopang kenaikan kebutuhan susu secara drastis membuat angka ketergantungan impor diprediksi akan terus merangkak naik jika populasi sapi perah tidak ditambah," tulis analisis pasar, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Pemerintah berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan dengan mendorong investasi besar pada sektor peternakan modern di berbagai wilayah strategis.
Meskipun demikian, proses pengadaan indukan sapi berkualitas membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa mulai berproduksi secara maksimal.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas asupan yang diberikan kepada masyarakat tetap terjaga standar nutrisinya.
"Kami melihat tren di mana MBG menopang kenaikan kebutuhan susu ini memberikan tekanan sekaligus peluang besar bagi industri hilir," sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).
Pemanfaatan teknologi pengolahan susu terbaru diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi kendala distribusi ke daerah terpencil.
Saat ini 80 persen pasokan bahan baku industri pengolahan masih didatangkan dari luar negeri guna memenuhi standar permintaan pabrikan besar.
Dukungan regulasi yang lebih memihak pada peternak rakyat menjadi kunci agar kemandirian pangan tidak hanya sekadar menjadi wacana di atas kertas.