Mengapa Changan Andalkan Teknologi REEV untuk Pasar Indonesia?

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:47:54 WIB
Changan Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA - Pihak Changan Indonesia mengungkapkan bahwa teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) jauh lebih pas bagi khalayak tanah air dibandingkan dengan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang telah lama dikenal.

After Sales Trainer dari Sumbernya menerangkan, hal itu disebabkan karena sistem REEV terus memakai motor listrik sebagai penggerak utama, sedangkan mesin bensin hanya berfungsi memproduksi daya listrik guna mengisi baterai.

Akibatnya, kendaraan tersebut memberikan sensasi berkendara mirip mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), namun tanpa rasa khawatir kehabisan tenaga ketika melakukan perjalanan jauh.

Pemilik bisa merasakan sensasi BEV.

"Kalau REEV, penggerak utamanya motor listrik. Mesin bensin hanya bekerja sebagai generator saja untuk menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke baterai dan motor listrik, bukan untuk menggerakkan roda secara langsung," kata Dwi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Prinsip tersebut berlainan dengan PHEV, di mana mesin bensin dapat memutar roda secara langsung kala baterai kosong atau pada kecepatan tertentu.

Hal ini dianggap menjadikan penggunaan bahan bakar minyak sedikit lebih boros.

Disamping itu, dari Sumbernya memaparkan, sistem REEV juga memiliki susunan yang lebih sederhana karena tidak butuh mekanisme penghubung antara mesin serta roda.

Situasi tersebut membuat biaya produksi lebih hemat sekaligus mempertahankan ciri khas berkendara ala kendaraan listrik.

"Kalau dari sisi teknis, production cost secara garis besar bisa lebih efisien karena tidak memerlukan sistem paralel. Dari sisi penggunaan harian juga lebih optimal karena tenaga tetap berasal dari motor listrik," ujarnya.

Dari Sumbernya menilai teknologi itu lebih pas untuk konsumen tanah air yang mulai beralih ke kendaraan listrik, namun masih memperhatikan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di berbagai daerah.

Atas dasar itulah, korporasi menghadirkan teknologi tersebut melalui Deepal S05 REEV.

Mobil ini dipasangi mesin bensin 1.500 cc serta dilengkapi fitur energy recovery yang mengonversi energi saat deselerasi menjadi listrik untuk disimpan kembali ke baterai.

CEO dari Sumbernya berharap masuknya Deepal S05 bisa menjadi salah satu unit utama atau backbone penjualan Changan di tanah air.

"Kami berharap semua produk Changan bisa menjadi backbone. Salah satunya S05, karena bukan hanya tersedia dalam varian BEV, tetapi juga REEV yang saat ini baru kami hadirkan di Indonesia," ujar Setiawan.

Dari Sumbernya menambahkan Changan pun memberikan garansi baterai selama delapan tahun atau 240 ribu kilometer untuk pemakaian wajar.

Selama masa promosi, pembeli pun bisa menentukan paket Battery Lifetime Warranty dengan ongkos tambahan sekitar Rp 10 juta.

Terkini