IHSG Anjlok 4,94 Persen ke 5.889, Asing Catatkan Net Sell Besar

Kamis, 04 Juni 2026 | 10:22:07 WIB
Gedung Bursa Efek Indonesia. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 305,94 poin atau 4,94 persen ke level 5.889,48 pada perdagangan sesi pertama Rabu, 3 Juni 2026. Pelemahan signifikan ini terjadi di tengah derasnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp525,37 miliar di seluruh pasar hingga tengah hari. Total nilai penjualan asing mencapai Rp5,74 triliun, angka yang lebih tinggi dibandingkan total pembelian asing sebesar Rp5,21 triliun.

Tekanan jual asing terlihat mendominasi saham-saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, mencapai Rp265,32 miliar.

Selain BBCA, tekanan jual asing juga melanda PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp257,53 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp198,73 miliar. 

Saham lain yang juga mencatatkan tekanan jual asing cukup besar meliputi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp104,14 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp90,94 miliar, hingga PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp57,13 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham masih diborong oleh investor asing. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar top net foreign buy dengan nilai Rp165,59 miliar, disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp87,04 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp86,96 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp43,21 miliar.

Tekanan pada pasar saham tercermin dari pergerakan indeks yang terus melemah sejak awal perdagangan. IHSG sempat dibuka di level 6.207,10 dan menyentuh level tertinggi harian di 6.213,80. 

Namun, tekanan jual yang kuat membuat indeks merosot hingga menyentuh level terendah di 5.876,32 sebelum berakhir di area 5.889 pada akhir sesi pertama.

Nilai transaksi pasar hingga siang hari mencapai Rp26,12 triliun dengan volume perdagangan 26,12 miliar saham serta frekuensi transaksi sekitar 1,46 juta kali. 

Aktivitas broker menunjukkan bahwa transaksi pasar masih didominasi oleh sekuritas besar, dengan UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatatkan nilai transaksi tertinggi sebesar Rp3,92 triliun.

Tekanan terhadap IHSG kali ini terjadi saat investor asing melakukan rotasi portofolio pada saham-saham besar. Arus keluar asing turut membebani saham sektor perbankan dan kelompok konglomerasi yang sebelumnya menjadi penopang indeks. 

Meski begitu, aktivitas akumulasi tetap terlihat pada sejumlah saham komoditas dan energi, sebagaimana tercermin dari masuknya dana asing ke saham BUMI, AMMN, dan BREN pada perdagangan sesi pertama.

Terkini