Panel Surya Atap Bebaskan Warga dari Lonjakan Tagihan Listrik

Selasa, 02 Juni 2026 | 17:52:10 WIB
Panel Surya Atap (FOTO: NET)

TUYEN QUANG - Memasang panel surya dengan penyimpanan baterai menghabiskan biaya 170 juta VND, menyelamatkan saya dari pusing memikirkan tagihan listrik.

Langkah memasang panel surya di atap rumah yang disertai penyimpanan baterai membuat keluarga Bapak Hoang di Tuyen Quang bisa dengan tenang mengoperasikan alat-alat elektronik serta mengisi daya mobil listrik mereka, bahkan tagihan bulanan mereka merosot tajam walau cuaca sedang terik.

Saat berbincang dengan VietNamNet mengenai efektivitas dari pemanfaatan sistem tenaga surya atap dan penyimpanan baterai (BESS), Bapak Nguyen Minh Hoang dari komune Yen Son (Tuyen Quang) menjelaskan: "Pada hari-hari yang sangat panas, jumlah tenaga surya yang dihasilkan cukup bagi keluarga saya untuk menggunakan semua peralatan listrik kami dengan nyaman."

Dia memaparkan bahwa pihak keluarganya menggelontorkan dana berkisar 170 juta VND demi memasang sistem tenaga surya atap dengan BESS (Battery Energy Storage System) sejak 4 tahun silam, dengan tujuan menyerap energi matahari sekaligus memangkas pengeluaran listrik bulanan.

Sekarang ini, tempat tinggalnya mengoperasikan banyak alat elektronik, meliputi kompor listrik, mesin pencuci piring, mesin cuci sekaligus pengering, perangkat lampu, kipas angin, lemari es, televisi, hingga empat buah AC berkapasitas besar.

Bukan hanya itu, fasilitas lift dan tempat pengisian daya mobil listrik milik mereka juga menyedot pasokan daya yang tergolong sangat besar tiap bulannya.

Jika tidak dibantu panel surya atap beserta penyimpanan baterai, pengeluaran listrik keluarganya dipastikan melonjak tinggi tatkala memasuki puncak musim kemarau.

Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya keperluan daya untuk mendinginkan ruangan, sementara tarif listrik diberlakukan lewat sistem bertingkat dengan biaya tertinggi menyentuh 3.460 VND/kWh (belum termasuk PPN).

Akan tetapi, berkat keberadaan panel surya atap, keluarga Bapak Hoang dapat memakai alat elektronik secara bebas di siang hari dan beralih menggunakan daya dari penyimpanan baterai pada malam hari.

Ketika matahari memancar kuat di siang hari, mereka memanfaatkan momen itu untuk mengisi daya baterai mobil listrik hingga penuh.

Penerapan panel surya atap yang digabungkan dengan penyimpanan baterai menjamin pihak keluarga mempunyai pasokan listrik yang dapat diandalkan baik siang maupun malam.

"Pada akhir bulan, tagihan listrik kami tetap turun signifikan meskipun cuaca sangat panas," katanya.

Pada bulan April yang lalu, pihak keluarganya cuma mengeluarkan biaya berkisar 2 juta VND untuk keperluan listrik.

Sebelum sistem ini dipasang, tagihan listrik rumahnya saat musim panas umumnya berada di angka 5-6 juta VND per bulan.

Ketika musim dingin tiba, walau intensitas sinar matahari tidak sekuat saat musim panas, perangkat tersebut masih mampu memproduksi daya listrik dalam jumlah yang signifikan.

Dampaknya, beban tagihan listrik keluarganya hanya berkisar antara 700.000 hingga 900.000 VND per bulan.

Berdasarkan data dari Northern Power Corporation (EVNNPC), aktivitas pengembangan tenaga surya atap mandiri terus digalakkan secara masif, terlihat dari adanya 1.839 pelanggan baru di bulan April dengan kapasitas total mencapai 62,9 MW.

Secara akumulatif selama empat bulan pertama di tahun ini, perusahaan mencatat ada 5.639 pelanggan tenaga surya atap mandiri dengan total daya berkisar 528,1 MW.

Pihak EVNNPC menilai bahwa setelah Pemerintah beserta Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menetapkan regulasi insentif, khususnya Arahan Perdana Menteri No. 10, tren pemanfaatan tenaga surya atap untuk kebutuhan sendiri berkembang pesat di berbagai wilayah.

Tidak sekadar sektor rumah tangga, melainkan banyak pabrik industri, pelaku usaha komersial, hingga penyedia jasa yang mulai aktif mempelajari serta menerapkan opsi energi mandiri ini demi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan kemandirian energi.

Satu hal yang menarik, sejalan dengan tren pemanfaatan tenaga surya atap ini, banyak rumah tangga dan sektor industri memilih memadukannya dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) agar serapan tenaga surya di siang hari lebih maksimal serta menambah cadangan daya darurat.

Melalui data awal yang dihimpun dari 17 provinsi dan kota di bawah naungan EVNNPC, saat ini sudah ada lebih dari 1.450 sistem tenaga surya atap yang terhubung dengan BESS, yang mengantongi total kapasitas simpan sekitar 8.600 kWh.

EVNNPC meyakini kombinasi antara tenaga surya atap dan sistem penyimpanan ini lambat laun akan menjelma sebagai tren energi masa depan bagi kelompok pelanggan yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di siang hari atau memerlukan stabilitas pasokan listrik yang tinggi guna menunjang produksi.

Di samping itu, integrasi wadah penyimpanan baterai tidak sekadar membantu pengguna menaikkan efisiensi produksi energi surya, tetapi juga menyelaraskan sistem kelistrikan mandiri mereka yang berdampak pada penghematan daya serta efisiensi pemakaian.

Perwakilan EVNNPC menyebutkan bahwa efisiensi nilai investasi dan jalannya sistem tenaga surya atap beserta BESS sangat bergantung pada kebutuhan beban riil, aspek teknis dari proyek, serta skema pembangkitan listrik dari tiap konsumen.

Oleh sebab itu, pelanggan disarankan mencermati tingkat keperluan beban mereka, menentukan teknologi yang pas, dan memastikan kepatuhan penuh pada regulasi teknis sekaligus faktor keamanan selama proses pemasangan.

Belum lama ini, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan mengesahkan Keputusan 963 mengenai penetapan jam puncak, jam tidak sibuk, serta jam normal dalam sistem kelistrikan nasional.

Merujuk pada ketetapan tersebut, jam puncak bergeser ke malam hari mulai pukul 17.30 hingga 22.30 setiap harinya, sedangkan jam tidak sibuk berada pada pukul 00.00 hingga 06.00.

Oleh karena itu, sewaktu regulasi waktu listrik yang baru mulai berjalan, investasi pada sektor tenaga surya atap yang dilengkapi BESS (Bus Exhaust System) bakal membantu pelaku industri dan bisnis komersial dalam mengamankan daya secara mandiri di malam hari, yaitu masa-masa jam puncak ketika tarif listrik berada di angka tertinggi sekitar 3.640 hingga 5.422 VND/kWh.

Pemasangan panel surya di atap rumah mulai 1 Juni akan memberikan hak kepada 50.000 rumah tangga di negara ini untuk mendapatkan pengembalian dana tunai.

Sejak tanggal 1 Juni, kalangan rumah tangga di Malaysia yang memasang panel surya di atap tempat tinggal mereka bisa mengajukan klaim pengembalian dana tunai lewat program subsidi terbaru dari pemerintah.

Terkini