9 WNI Ditangkap Israel Tiba di RI, Menlu: Selamat Berhimpun Keluarga

Senin, 25 Mei 2026 | 10:57:29 WIB
WNI yang Sempat Ditahan Israel Tiba di RI. (Sumber Foto: idxchannel)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut kepulangan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2026 yang sempat menjadi korban penangkapan Israel. Sugiono menuturkan bahwa para WNI yang menderita trauma fisik akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Terima kasih, selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan keluarga dan tadi dari laporan ada beberapa rekan kami yang mengalami trauma fisik yang akan juga ditangani lebih lanjut," kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).

Sugiono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembebasan serta pemulangan para WNI tersebut. Apresiasi khusus juga disampaikan Sugiono kepada pemerintah Turki.

"Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya, kepada para anggota Komisi I, pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla," ucap dia.

"Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir yang juga telah membantu khususnya lagi terlebih khusus lagi pemerintah Turki yang juga membantu penjemputan saudara-saudara kami ini dari Ashdod," sambungnya.

Sebelumnya, kesembilan relawan tersebut terlihat berjalan keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 16.25 WIB dengan mengenakan keffiyeh atau syal khas Palestina. Kedatangan mereka disambut sorak-sorai oleh kerabat yang membawa spanduk serta bendera Palestina.

Sebagai informasi, penangkapan sembilan WNI ini bermula saat pasukan Israel mencegat sejumlah kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Senin (18/5). Kapal-kapal GSF dicegat secara bertahap yang mengakibatkan sejumlah relawan ditangkap oleh pihak Israel.

Seluruh relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah dibebaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka sempat singgah di Turki menggunakan pesawat sewaan otoritas setempat.

Sejumlah WNI yang ditangkap Israel melaporkan adanya perlakuan tidak manusiawi. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku mengalami kekerasan fisik seperti dipukul atau disetrum. Berikut daftar sembilan WNI yang sempat ditahan tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:

  1. Herman Budianto Sudarson (GPCI-Dompet Dhuafa) - Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI-Dompet Dhuafa) - Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI-Rumah Zakat) - Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad (GPCI-Spirit of Aqso) - Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo (GPCI-SMART 171) - Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono (Republika) - Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) - Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) - Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) - Kapal Ozgurluk

Terkini