Pacu Transisi Energi, Biomassa Sorgum Jadi Fokus Baru PLN EPI

Jumat, 22 Mei 2026 | 16:28:02 WIB
Seremoni penanaman sorgum yang digelar di Kebun Percontohan Sorgum, Pelabuhan Ratu. (Sumber Foto: rm.id)

JAKARTA - Pengembangan bioenergi berbasis tanaman sorgum kini diperkuat sebagai langkah taktis dalam mendukung proses transisi energi serta mencapai target net zero emission (NZE). Rencana ini dijalankan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui kerja sama dengan PT Sorbu Agro Energi.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, menerangkan bahwa biomassa memiliki keunggulan dalam menekan emisi karbon secara langsung melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik.

“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujarnya dikutip Kamis (21/5/2026).

Pengembangan bioenergi sorgum dinilai tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga selaras dengan agenda Asta Cita Pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional. Saat ini, negara seperti Korea Selatan dan Jepang terus meningkatkan penggunaan biomassa sembari mencari sumber pasokan baru.

PLN EPI tercatat telah berhasil mengembangkan sekitar 14 jenis biomassa untuk memenuhi kebutuhan cofiring PLTU. Hingga kini, perusahaan telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sebanyak kurang lebih 1 juta ton yang berasal dari hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.

Dalam kemitraan tersebut, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara proses budi daya dikelola oleh mitra. Perusahaan terus menjamin kepastian serapan serta skema bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha terkait.

“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” tambah Hokkop.

Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, menyatakan bahwa pihaknya kini mengelola konsesi lahan sekitar 10.000 hektare di Gorontalo dengan potensi ekspansi hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial. 

Tahap awal pengembangan bakal dilaksanakan di Desa Totopo, Gorontalo, dengan luas area 218 hektare yang letaknya hanya 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.

Proyek ini akan dikembangkan menggunakan pendekatan pentahelix yang mengintegrasikan peran Pemerintah/BUMN, swasta, masyarakat/komunitas, akademisi, serta media.

“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan sumber daya hayati lainnya untuk mendukung transisi energi nasional.

Terkini