JAKARTA – Semangat Kebangkitan Nasional pada tahun ini tidak hanya dijadikan sebagai kilas balik sejarah perjuangan bagi seluruh rakyat.
Di tengah situasi geopolitik global yang penuh tekanan serta melonjaknya harga energi di tingkat dunia, momen ini justru dijadikan pemantik utama dalam mempercepat proses peralihan energi di dalam negeri.
Fenomena tersebut terlihat jelas dalam pelaksanaan ajang EV & EV Charging 2026 yang berlangsung di JiExpo Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (22/5/2026).
Pada acara tersebut, beragam tokoh penting, pelaku industri, kalangan akademisi, hingga pihak birokrasi berkumpul demi memperkokoh ekosistem kendaraan bertenaga listrik dan pemanfaatan energi ramah lingkungan di tanah air.
Ketua Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) yang juga menjabat sebagai CEO TENDER INDONESIA, Tito Loho, mengemukakan pendapat bahwa langkah peralihan energi sekarang bukan lagi sebatas program penyelamatan lingkungan, melainkan telah bergeser menjadi urgensi strategis untuk kedaulatan negara.
“Konflik geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi global membuat Indonesia harus mempercepat kemandirian energi. Energi terbarukan dan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Sejumlah program yang bersifat strategis turut diperkenalkan di dalam pameran besar tersebut.
Langkah ini diawali dengan penjelasan mengenai proyek pembangunan 160 titik fasilitas pengisian daya EV Charging yang digarap oleh Starvo Global Energi.
Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan kesepakatan bersama dalam penyiapan SDM terampil di bidang kendaraan listrik antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak United E-Motor.
Hingga puncaknya berupa peresmian Innovation Business Leadership Academy yang lahir dari bentuk sinergi antara FSII, TENDER Academy, serta CSEL Universitas Indonesia.
Bukan cuma berfokus pada kecanggihan teknologi, pertemuan ini pun memberikan perhatian besar pada dampak ekonomi yang luas (multiplier effect) dari peralihan energi terhadap laju pembangunan di tingkat nasional.
Proses pematangan kualitas SDM, penguatan sektor riset serta kreasi baru, hingga pendongkrakan kemampuan sektor industri domestik dianggap sebagai pilar utama agar negara ini tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan mampu tampil sebagai aktor utama dalam bisnis energi di masa depan.
Sebagai wujud penghormatan, pihak FSII bersama TENDER INDONESIA menganugerahkan penghargaan Energy Transition Innovation Leadership 2026 kepada 17 sosok dan lembaga yang dinilai punya andil besar dalam memajukan energi ramah lingkungan serta kendaraan berbasis listrik di Indonesia.
Beberapa figur yang berhasil membawa pulang penghargaan tersebut di antaranya ialah anggota Dewan Energi Nasional Dr. Satya Widya Yudha untuk bidang diplomasi internasional transisi energi.
Ada juga Tri Mumpuni yang didapuk sebagai tokoh penggerak ekonomi berbasis masyarakat melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Serta Anindya Bakrie yang dipandang memiliki kontribusi nyata dalam bidang inovasi manufaktur bagi kendaraan listrik komersial.
Di samping itu, apresiasi serupa diserahkan kepada para korporasi yang ikut membangun ekosistem EV seperti PT PLN Icon Plus, PT PLN Puslitbang, Starvo Global Energi, sampai dengan Perum DAMRI yang sudah mulai menambah unit bus listrik untuk angkutan massal nasional.
Tito Loho bersama dengan seluruh jajaran pengurus FSII menaruh harapan besar agar rangkaian aktivitas ini bisa menyuntikkan daya baru bagi segenap elemen bangsa untuk terus melangkah ke depan.
Terutama dalam hal memperkuat fondasi transisi energi yang berkelanjutan dengan bertumpu pada hasil inovasi serta kapabilitas industri dalam negeri.