Layanan Bus Shalawat di Makkah Disetop Sementara Jelang Puncak Haji

Kamis, 21 Mei 2026 | 11:11:29 WIB
Bus Shalawat di Makkah Disetop Sementara Jelang Puncak Haji. (Sumber Foto: beritajatim.com)

JAKARTA - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menghentikan sementara operasional bus shalawat di Makkah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Layanan ini mulai dihentikan pada 5 Dzulhijjah 1447 H atau Jumat, 22 Mei 2026, tepat pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk menyesuaikan aktivitas ibadah selama masa penghentian operasional bus shalawat.

“Jadi, jemaah sebaiknya tidak memaksakan diri salat di Masjidil Haram, tapi lebih banyak salat di masjid atau musala hotel masing-masing,” kata Syarif pada Media Center Haji di Makkah, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya, langkah ini diambil karena Makkah mulai memasuki periode persiapan Armuzna yang akan menyebabkan kepadatan kendaraan dan pergerakan jemaah yang tinggi. Selain itu, tanggal 5 Dzulhijjah bertepatan dengan hari Jumat, yang diprediksi akan membuat kawasan Masjidil Haram menjadi sangat padat.

Syarif menegaskan bahwa layanan bus shalawat akan beroperasi kembali setelah fase Armuzna berakhir. Pihaknya menjadwalkan bus akan kembali melayani jemaah pada 14 Dzulhijjah atau Minggu, 31 Mei 2026, pukul 01.00 dini hari.

Layanan tersebut nantinya akan membantu jemaah gelombang pertama yang akan pulang ke Indonesia untuk menunaikan tawaf ifadah serta tawaf wada.

“Jadi, mereka tidak perlu memaksakan berjalan kaki atau naik taksi yang kondisinya memungkinkan terjadi kepadatan,” ujarnya.

Bus Shalawat untuk Kloter Terakhir Umrah

Petugas tetap menyediakan layanan bus shalawat bagi kloter terakhir yang akan melaksanakan umrah wajib setelah Jumat, 22 Mei 2026. Syarif menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dari Naqabah atau otoritas angkutan darat di Arab Saudi untuk menyediakan armada khusus tersebut.

"Kami siapkan sekitar 30 unit armada, cukup untuk mungkin sekitar lima, enam, atau di bawah 10 kloter yang kira-kira akan tiba terakhir," ucapnya.

Selain bus reguler, PPIH juga menyiapkan bus khusus untuk jemaah lansia dan pengguna kursi roda agar kelompok disabilitas tetap bisa menjalankan umrah wajib dengan aman dan nyaman. Mengenai terminal keberangkatan, PPIH masih akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jika memungkinkan, layanan akan menggunakan beberapa terminal, termasuk Syib Amir, untuk menjangkau wilayah pemondokan jemaah.

Terkini