Final Seleksi Dirut BSP: Bupati Siak Gandeng Kepala SKK Migas

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:14:35 WIB
PT Bumi Siak Pusako (BSP) resmi menerima penyerahan Sertifikat SNI ISO (FOTO: NET)

JAKARTA - Aspek transparansi dan profesionalisme dalam rangkaian agenda pemilihan Calon Direktur BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) saat ini telah sampai pada fase final.

Bupati Siak Dr. Afni Z, M.Si turun langsung menguji lewat wawancara terhadap dua kandidat tersisa yang bakal mengomandoi salah satu korporasi daerah paling strategis di Provinsi Riau tersebut.

Agenda wawancara ini tidak dijalankan secara sepihak, melainkan ikut menyertakan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, setelah pada fase terdahulu juga menggandeng Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing, SE.

Tahapan interviu final ini digelar di lantai 39 Gedung Wisma Mulia pada hari Senin (18/5/2026) siang.

Bertempat di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) itu, dua figur calon pemimpin yakni Robi Junipa dan Muttaqin tampak hadir berbarengan secara kompak.

“Mohon doanya, semoga semuanya lancar,” ujar mereka singkat sambil terus berjalan menuju ruangan.

Robi dan Muttaqin saat ini menempati fase paling buncit dari seluruh rentetan seleksi yang panjang.

Keduanya berhasil menyisihkan delapan pelamar lainnya, sehingga kini diproyeksikan menjadi tumpuan baru bagi pembenahan sekaligus akselerasi pendapatan asli daerah melalui sektor migas.

Tahapan ini memegang andil krusial sebagai penentu kelulusan.

Uji wawancara akhir di hadapan Bupati Siak Dr. Afni, Z, yang disokong langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, menjadi rangkaian penutup dari seluruh proses seleksi.

Para staf yang tidak mengantongi kepentingan dilarang keras untuk memasuki ruangan, di mana hanya tersedia berkas catatan yang memuat target angka produksi, proyeksi lifting, serta blueprint rencana strategis optimalisasi Blok CPP (Coastal Plains and Pekanbaru).

Selaku representasi dari pihak pemegang saham, Bupati Siak terjun langsung demi mengukur tingkat kompetensi serta kelayakan calon nakhoda baru tersebut.

Kehadiran Kepala SKK Migas di sisinya menjadi penegas bahwa proses seleksi ini tidak semata mencari figur yang paham akan kondisi internal daerah, melainkan wajib selaras dengan regulasi serta target ketahanan energi di level nasional.

“Ini bukan sekedar wawancara biasa. Ini pertama kali kami lakukan dalam pemilihan calon Dirut BSP melibatkan PPM yang memang sudah teruji, sesuai saran para pihak. Meskipun keputusan akhir berada ditangan Bupati Siak, namun kami ingin mendapatkan masukan juga dari kepala SKK Migas, agar proses ini berjalan fair dan mendapatkan calon Dirut yang siap dengan tantangan yang hari ini sedang dihadapi BSP,” Ujar Afni saat ditemui setelah proses wawancara.

Afni berbarengan dengan Djoksis (sapaan akrab Kepala SKK Migas) dikabarkan mencecar kedua kandidat lewat rupa-rupa pertanyaan mendalam seputar efisiensi kerja operasional, sumbangsih korporasi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah), manuver eksplorasi yang agresif, hingga komitmen memacu lifting demi menyokong suplai energi nasional.

Pada pekan sebelumnya, kedua calon tersebut juga telah menerima berondongan pertanyaan tajam dari Bupati Siak bersama Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Dr. Evenri Sihombing, SE.

Mengambil tempat di Kantor BSP yang berlokasi di Gedung Surya Dumai Pekanbaru, keduanya diuji seputar komitmen mereka terhadap implementasi Good Corporate Governance (GCG).

Strategi serta langkah nyata mereka untuk merampingkan struktur organisasi internal BSP yang saat ini dinilai terlalu gemuk juga turut dibedah secara mendalam.

“Hari ini kami ingin tahu seberapa jelas visi, misi dan keberanian mereka dalam melakukan re-organisasi di tubuh BSP. Kami sengaja melibatkan Kepala BPKP supaya proses ini transparan. Dua calon Dirut ini juga mendapatkan masukan terkait komitmen mereka dalam penerapan GCG. Kami ingin BSP ke depan benar-benar berubah menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Afni minggu lalu.

Di balik ruang rapat yang tertutup rapat dari pihak luar, profil dari kedua kandidat ini sebenarnya sudah menjadi topik perbincangan hangat di lingkungan internal industri hulu migas.

Robi yang berlatar belakang pendidikan sarjana geofisika diketahui telah memiliki pengalaman panjang dalam berkarier di perusahaan milik negara, yaitu Pertamina.

Sementara itu, Muttaqin merupakan pemimpin dari PT BSP Zapin yang tidak lain adalah anak perusahaan dari PT BSP sendiri.

Berdasarkan hasil kajian dari tim asesor PPM Manajemen Jakarta, kedua sosok ini dinilai mempunyai komitmen yang sangat kuat terhadap masa depan PT BSP.

Hingga posisi matahari mulai terbenam di ufuk barat kota Jakarta, situasi di Gedung Wisma Mulia perlahan mulai tampak santai kembali.

Satu demi satu peserta keluar meninggalkan ruang interviu dengan ekspresi yang bercampur aduk antara lega sekaligus penuh harap.

Bupati Siak Dr. Afni kini telah mengantongi poin-poin krusial hasil dari pendalaman visi serta misi kedua calon tersebut.

Rekomendasi berharga dari ruang tertutup tersebut nantinya akan menjadi dasar mutlak bagi Bupati perempuan pertama di Siak ini dalam menentukan nakhoda baru yang akan diresmikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Rangkaian seleksi ini menjadi salah satu sistem pemilihan Direktur BUMD yang paling profesional karena melibatkan berbagai pihak yang sangat kompeten di bidangnya.

Suasana Wisma Mulia pada sore hari itu mungkin sudah kembali tenang, tetapi bagi warga masyarakat Siak pada khususnya, serta dunia industri migas nasional pada umumnya, detak jantung justru sedang berdegup lebih kencang dalam menanti pengumuman resmi.

Siapakah di antara kedua putra daerah terbaik asal Riau ini yang akan menakhodai BSP menuju masa depan baru? Mari kita tunggu bersama.

Terkini