Viral LCC MPR RI 2026: Alasan Artikulasi Juri Bikin Netizen Murka

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:32:02 WIB
Viral Cerdas Cermat MPR RI, Alasan Artikulasi Bikin Warganet Murka. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - Babak Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 untuk tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat maya. 

Hal ini dipicu oleh keputusan dewan juri yang dinilai tidak konsisten dalam memberikan penilaian terhadap jawaban dua peserta yang memiliki inti serupa.

Rekaman video kontroversial tersebut menyebar luas di platform Instagram, TikTok, hingga X (Twitter). Netizen secara khusus menyoroti penggunaan alasan "artikulasi" oleh juri sebagai dasar perbedaan skor antarpeserta.

Peristiwa ini berlangsung dalam final LCC Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Di tengah sesi rebutan, sebuah pertanyaan muncul mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Regu C yang berasal dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban bahwa DPR memilih anggota BPK dengan mempertimbangkan masukan DPD dan diresmikan oleh Presiden. 

Akan tetapi, jawaban itu justru membuat tim tersebut menerima pengurangan nilai sebesar minus 5 dari panel juri.

Tidak berselang lama, pertanyaan yang sama dilempar kembali kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang menurut pengamatan netizen memiliki esensi yang sama justru dianugerahi poin sempurna 10.

Sontak keputusan tersebut memancing protes dari Regu C yang merasa tidak mendapat keadilan. Meski demikian, dewan juri tetap berpegang teguh pada penilaian awal mereka.

Indri Wahyuni, salah satu anggota juri, memberikan penjelasan bahwa perbedaan skor terjadi lantaran artikulasi dari peserta SMAN 1 Pontianak dianggap kurang jernih, sehingga jawaban mereka dinilai tidak utuh.

Klarifikasi tersebut justru mengundang gelombang kritik yang lebih besar di media sosial. Banyak warga net mempertanyakan logika di balik perbedaan artikulasi yang mengakibatkan selisih poin sangat tajam, dari minus 5 menjadi plus 10.

Sejumlah komentar juga menyindir bahwa ajang ini lebih menyerupai lomba pelafalan dibandingkan kompetisi pengetahuan kebangsaan. Tagar terkait isu ini sempat menjadi tren di media sosial, di mana publik menuntut adanya transparansi serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem kompetisi.

Rangkuman Reaksi Warganet

"Nyalahin artikulasi. Itu Cerdas Cermat atau Indonesian Idol?" sindir musisi Fiersa Besari di akun X miliknya.

"Kok bisa jurinya orang tidak qualified dan bermutu padahal ini event nasional, mereka telah merusak mental anak anak peserta, sungguh memalukan itu juri yang memberi nilai -5 dan yang bilang artikulasi," kritik @sri_gunadi.

"Ini bukan masalah artikulasi tapi juri yg gak fokus dan arogan gak mau mengakui kesalahan," ujar @kalijaga113.

"Parahnya si juri udah salah gk minta maaf malahan nyalahin anak² kata artikulasi kurang jelas dan parahnya lagi si mc ngomong anak² harus terima keputusan juri karna jurinya berkompeten, gila kesalahan koh harus d terima," kata @rV230523.

"Kedua juri dan MC harus mendapat efek jera, karena melecehkan anak yg berargumen benar dan bisa dibuktikan.. Juga rasisme krn artikulasi dipermasalahkan.." usul @MDalwayssmile.

"Udah mah anti kritik, ngegas pula. Pake segala nyalahin artikulasi. Padahal kl emg ga denger bisa minta ulang, atau simply cek rekamannya. Ga mau keliatan salah banget. Respon MC-nya jg ngeselin, dih!" @orenjjisun.

Tanggapan MPR

Merespons polemik yang kian membesar, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui adanya kekurangan dalam tata kelola lomba dan menjamin akan adanya pembenahan.

"Kami akan evaluasi sistem perlombaan, kinerja juri, teknis tata suara, hingga mekanisme banding agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujarnya dikutip dari detiknews.

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah turut menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penelusuran internal. Evaluasi tersebut akan meliputi mekanisme penilaian, kejernihan artikulasi, sistem verifikasi jawaban, hingga prosedur penanganan protes peserta.

Isu ini juga disebut berkaitan dengan kendala teknis pada pengeras suara di lokasi yang mengakibatkan suara peserta sulit terdengar dengan jelas.

Walaupun dilingkupi kontroversi, SMAN 1 Sambas ditetapkan sebagai pemenang dan akan mewakili Kalimantan Barat di ajang tingkat nasional.

LCC Empat Pilar MPR RI merupakan kompetisi edukasi kebangsaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada pemuda. Namun, kasus ini justru menjadi sorotan tajam karena dinilai mencederai prinsip keadilan dan sportivitas yang seharusnya menjadi landasan kompetisi tersebut.

Terkini