Minyakita Langka di Bulog, Kemendag Klaim Stok Nasional Melimpah

Rabu, 29 April 2026 | 23:30:07 WIB
ilustrasi minyak goreng

JAKARTA – Meskipun laporan menunjukkan Minyakita langka di Bulog, Kemendag menegaskan bahwa pasokan secara nasional justru sedang mengalami surplus atau berlebih.

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya ketimpangan antara ketersediaan stok pada gudang pemerintah dengan klaim data pusat.

Pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap rantai distribusi dari produsen hingga ke pedagang eceran.

"Realisasi pendistribusian minyak goreng rakyat selama April 2026 mencapai 110 persen dari target, sehingga stok di pasar seharusnya sangat aman," ujar Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).

Isy Karim berpendapat, bahwa ketersediaan barang di gudang Bulog mungkin hanya mengalami hambatan administratif sementara namun tidak mencerminkan kondisi nasional secara menyeluruh.

Masyarakat mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan minyak goreng bersubsidi ini di beberapa ritel modern maupun pasar rakyat.

Harga di tingkat konsumen dilaporkan mulai merangkak naik melebihi Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan.

Kemendag berencana melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik distribusi utama untuk mencari titik hambat pasokan.

Produsen diminta untuk tetap konsisten menyalurkan kewajiban pasar domestik sesuai regulasi yang berlaku.

Langkah ini diambil agar stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi harga bahan baku global.

Koordinasi antara lembaga pangan perlu ditingkatkan untuk sinkronisasi data stok riil di setiap wilayah.

Kelancaran distribusi minyak goreng menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Terkini