BRUSSEL – Uni Eropa resmi menetapkan aturan baru yang mewajibkan produsen smartphone menggunakan baterai lepas pasang guna meningkatkan aspek keberlanjutan lingkungan.
Regulasi ini bakal mengubah wajah industri teknologi secara global karena standar desain ponsel harus beradaptasi total.
"Kami ingin memberikan kekuatan kembali kepada konsumen untuk menentukan masa pakai perangkat mereka sendiri," ujar Frans Timmermans, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Frans Timmermans berpendapat, bahwa langkah mewajibkan baterai yang mudah diganti merupakan bagian dari upaya besar Benua Biru untuk menekan angka limbah elektronik yang terus meroket setiap tahun.
Kebijakan ini didasari pada keinginan untuk mengurangi emisi karbon dari proses manufaktur baterai baru yang sangat intensif energi.
Fokus utama lainnya adalah memberikan transparansi kepada pembeli mengenai siklus hidup komponen kimia di dalam setiap unit daya.
Selain itu, Uni Eropa menekankan bahwa akses perbaikan mandiri harus tersedia tanpa memerlukan peralatan khusus yang sulit didapatkan oleh masyarakat umum.
"Semua baterai yang ditempatkan di pasar Uni Eropa harus mudah dilepas dan diganti oleh pengguna akhir," kata Frans Timmermans, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).
Frans Timmermans menegaskan, bahwa produsen memiliki waktu transisi hingga tahun 2027 untuk menyesuaikan seluruh lini produksi mereka sesuai standar keamanan terbaru.
Aturan ini juga mencakup kewajiban pengumpulan limbah baterai hingga 63 persen pada akhir tahun 2027.
Para vendor smartphone besar kini mulai mengevaluasi ulang arsitektur perangkat tahan air mereka agar tetap memenuhi sertifikasi IP68 meski menggunakan baterai lepasan.
Langkah ini diprediksi akan menjadi standar baku yang diikuti oleh pasar di luar wilayah Eropa demi efisiensi produksi massal.