INDEF Usul Cukai Emisi Kendaraan Guna Dorong Transisi Energi

Selasa, 28 April 2026 | 16:59:07 WIB
ilustrasi cukai emisi

JAKARTA – INDEF mengusulkan penerapan cukai emisi kendaraan guna mendorong transisi energi dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor lingkungan secara berkelanjutan.

Langkah ini dipandang sebagai instrumen fiskal yang efektif untuk mengendalikan tingkat polusi udara. Instrumen cukai tersebut diharapkan mampu menggeser preferensi masyarakat menuju moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

"Kami menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan pengenaan cukai emisi terhadap kendaraan bermotor sebagai upaya mempercepat transisi energi," ujar Peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).

Ahmad berpendapat, bahwa kebijakan ini bukan sekadar alat untuk menarik pajak semata, melainkan mekanisme untuk internalisasi dampak negatif dari sisa pembakaran bahan bakar fosil.

Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar yang harus segera diatasi dengan kebijakan konkret.

Optimalisasi penerimaan negara dapat dilakukan melalui diversifikasi objek cukai yang berfokus pada kelestarian ekosistem.

"Penerapan cukai ini nantinya bisa dialokasikan kembali untuk mendanai pengembangan infrastruktur energi terbarukan di berbagai daerah," jelas Ahmad, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).

Ahmad mengemukakan, bahwa keberadaan cukai emisi akan memberikan sinyal pasar yang jelas bagi produsen otomotif untuk terus berinovasi dalam teknologi rendah karbon.

Skema ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap subsidi bahan bakar minyak yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pemerintah perlu melakukan kajian mendalam mengenai besaran tarif agar tidak memberatkan daya beli masyarakat secara drastis.

Implementasi secara bertahap dianggap menjadi solusi paling bijak dalam memperkenalkan aturan baru ini kepada publik.

"Keberhasilan transisi energi sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan target pencapaian emisi nol bersih," pungkas Ahmad, sebagaimana dilansir dari sumbernya, Selasa (28/4/2026).

Terkini