JAKARTA – Patra Logistik menunjukkan peran strategis jangkau wilayah 3T melalui keikutsertaan dalam ELSF 2026 sebagai komitmen perusahaan menjaga ketahanan energi nasional.
Perusahaan ini memamerkan keandalan distribusi energi dalam menghadapi rintangan geografis yang ekstrem di berbagai pelosok Indonesia.
Sutedjo berpendapat bahwa kehadiran teknologi kecerdasan buatan sejatinya berfungsi untuk meningkatkan potensi manusia, bukan sebagai pengganti peran manusia sepenuhnya.
Kehadiran unit logistik ini memastikan pasokan bahan bakar tetap mengalir tanpa hambatan meskipun rute yang ditempuh sangat menantang.
"Keikutsertaan Patra Logistik dalam ajang ELSF 2026 merupakan bentuk transparansi kami dalam menjalankan tugas mendistribusikan energi ke seluruh penjuru negeri," ujar Direktur Patra Logistik, sebagaimana dilansir dari tambang.co.id, Senin (27/4/2026).
Pihak manajemen menekankan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam menekan biaya pengiriman di wilayah terpencil.
"Patra Logistik menunjukkan peran strategis jangkau wilayah 3T dengan memastikan armada kami selalu siap dalam kondisi apa pun untuk melayani masyarakat," kata manajemen perusahaan, sebagaimana dilansir dari tambang.co.id, Senin (27/4/2026).
Layanan ini mencakup pengoperasian truk tangki dan moda transportasi lainnya yang telah dimodifikasi sesuai medan lapangan.
Hingga saat ini, ribuan liter energi telah berhasil disalurkan secara konsisten ke titik-titik yang sebelumnya sulit dijamah.
Masyarakat di daerah terdepan kini dapat menikmati akses energi dengan harga yang sama berkat dedikasi tim di lapangan.
Pemerintah terus memberikan dukungan penuh terhadap langkah ekspansi layanan yang mendukung program keadilan energi bagi seluruh rakyat.
Optimalisasi teknologi digital dalam memantau pergerakan armada juga menjadi bagian dari pameran inovasi yang ditampilkan pada ajang bergengsi tersebut.