JAKARTA – B57 Asia-Pacific jadi solusi kolaborasi strategis bagi negara-negara di kawasan untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian fluktuasi geopolitik.
Langkah ini dipandang sebagai benteng pertahanan ekonomi regional guna menavigasi hambatan rantai pasok global yang kian dinamis.
"Fluktuasi geopolitik B57 Asia-Pacific jadi solusi kolaborasi yang memungkinkan negara anggota saling berbagi cadangan sumber daya," ujar delegasi forum, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Jumat (24/4/2026).
Integrasi kebijakan ini mencakup optimalisasi energi baru terbarukan yang disesuaikan dengan potensi geografis masing-masing negara peserta.
Hampir 12 negara di pesisir Pasifik telah menyatakan komitmennya untuk membangun jaringan distribusi listrik yang lebih terintegrasi.
Delegasi forum berpendapat bahwa kemandirian kawasan akan tercipta apabila terdapat transparansi data mengenai ketersediaan energi mentah dan olahan.
Investasi pada infrastruktur transmisi lintas batas menjadi salah satu agenda prioritas yang akan segera dieksekusi dalam 2 tahun mendatang.
Sinergi ini diharapkan mampu meredam dampak kenaikan harga komoditas energi di pasar internasional bagi konsumen domestik.
"Penguatan blok regional melalui B57 Asia-Pacific jadi solusi kolaborasi nyata agar fluktuasi geopolitik tidak lagi menjadi ancaman utama," lanjut delegasi forum, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Jumat (24/4/2026).
Skema pendanaan bersama juga diperkenalkan untuk mendukung proyek-proyek energi berkelanjutan di negara-negara yang masih berkembang.
Digitalisasi sistem kontrol energi dipercaya mampu meningkatkan efisiensi penggunaan daya secara nasional hingga 15 persen.
Keberhasilan kolaborasi ini akan menjadi contoh bagi kawasan lain dalam membangun kedaulatan energi yang mandiri serta tahan terhadap tekanan eksternal.