JAKARTA – EVN Vietnam melakukan kunjungan ke Indonesia guna memperdalam diskusi mengenai transisi energi melalui pengembangan teknologi hidrogen hijau yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi regional semakin krusial dalam menghadapi tantangan krisis iklim global.
"Kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk bertukar pengetahuan dan mengeksplorasi potensi hidrogen dalam mempercepat transisi energi di kedua negara," ujar perwakilan delegasi, sebagaimana dilansir dari okezone.com, Kamis (23/4/2026).
Pihak delegasi menekankan bahwa adaptasi teknologi baru diperlukan agar ketergantungan pada energi fosil dapat segera dikurangi secara signifikan.
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah untuk memproduksi hidrogen hijau sebagai bahan bakar masa depan.
Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan peta jalan yang lebih jelas bagi industri energi di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan infrastruktur menjadi salah satu topik utama yang dibicarakan guna memastikan distribusi energi berjalan secara efisien.
Kedua belah pihak melihat peluang besar dalam mengintegrasikan sistem kelistrikan dengan teknologi penyimpanan energi berbasis hidrogen.
Dukungan kebijakan dari pemerintah masing-masing negara akan menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global.
Langkah konkret ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian energi di tengah ketidakpastian pasar komoditas dunia saat ini.
Transformasi menuju energi bersih dinilai akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi hijau jangka panjang bagi masyarakat.
Pertukaran tenaga ahli dan riset bersama akan menjadi bagian dari rencana tindak lanjut pascapertemuan resmi di Jakarta tersebut.
Implementasi hidrogen dalam skala industri diharapkan dapat mulai berjalan dalam beberapa tahun ke depan untuk mendukung target emisi nol.