Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Terkini di Pasar Nasional

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:46:38 WIB
Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Terkini di Pasar Nasional

JAKARTA - Data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan tekanan harga pangan strategis di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Selasa, 24 Februari 2026. Dua komoditas yang paling mencuri perhatian adalah cabai rawit merah yang bertengger di angka Rp83.550 per kilogram dan telur ayam ras yang mencapai Rp32.100 per kilogram.

Harga kedua komoditas tersebut dinilai tinggi oleh banyak konsumen karena menjadi bahan pokok dalam konsumsi harian masyarakat Indonesia. Catatan harga PIHPS ini sekaligus memberikan gambaran tren harga pangan lainnya di pasaran nasional, mulai dari komoditas hortikultura sampai protein hewani, pangan pokok, dan bahan kebutuhan rumah tangga lainnya.

PIHPS Bank Indonesia: Tren Harga Cabai dan Telur

Menurut data PIHPS yang dikelola oleh Bank Indonesia, sejak pagi hari hingga pukul 10.45 WIB Selasa (24/2/2026) tercatat beberapa angka harga yang menjadi sorotan. Harga cabai rawit merah berada pada angka Rp83.550 per kg, sedangkan telur ayam ras berada pada Rp32.100 per kg.

Harga tersebut menjadi indikator penting karena cabai dan telur termasuk komoditas yang sering dibeli rumah tangga. Lonjakan harga cabai rawit merah terutama dapat langsung dirasakan pada belanjaan keluarga karena sering digunakan sebagai bumbu dasar pada berbagai masakan. Sementara telur ayam merupakan sumber protein penting yang relatif terjangkau bagi masyarakat luas.

Harga Pangan Lainnya di Tingkat Eceran

Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, catatan PIHPS juga mencakup harga sejumlah komoditas pangan lainnya yang diperdagangkan di pasar nasional. Beberapa di antaranya adalah:

Bawang merah diperdagangkan pada harga sekitar Rp44.900 per kg.

Bawang putih berada di angka Rp39.750 per kg.

Cabai merah besar berada pada Rp43.450 per kg.

Cabai merah keriting mencapai Rp46.100 per kg.

Cabai rawit hijau di harga sekitar Rp48.250 per kg.

Catatan PIHPS ini menunjukkan bagaimana harga berbagai jenis cabai tidak bergerak seragam. Harga cabai rawit merah berada jauh lebih tinggi dibanding jenis cabai lainnya, yang mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan komoditas hortikultura tersebut.

Komoditas Pokok: Beras dan Protein Hewani

Kawasan konsumsi rumah tangga lain yang juga tercatat dalam catatan PIHPS adalah beras dan protein hewani. Dalam data tersebut, harga beras dipetakan berdasarkan kualitasnya:

Beras kualitas bawah I dijual di kisaran Rp14.100 per kg.

Beras kualitas bawah II berada di angka Rp13.900 per kg.

Beras kualitas medium I berada di Rp15.600 per kg.

Beras kualitas medium II di angka Rp15.500 per kg.

Beras kualitas super I mencapai sekitar Rp17.000 per kg.

Beras kualitas super II diperdagangkan sekitar Rp16.500 per kg.

Sementara itu, harga protein hewani seperti daging ayam ras dipatok sekitar Rp41.100 per kg, sedangkan daging sapi kualitas I berada di kisaran Rp139.750 per kg dan daging sapi kualitas II di sekitar Rp133.900 per kg.

Pergerakan harga ini penting dicermati oleh masyarakat, terutama di masa ketika pola konsumsi berubah lebih dinamis dan daya beli masyarakat cukup beragam di berbagai wilayah.

Gula, Minyak Goreng, dan Kebutuhan Rumah Tangga Lainnya

Selain komoditas utama seperti cabai, telur, daging, dan beras, PIHPS juga mencatat harga kebutuhan rumah tangga lain yang menjadi bagian dari belanja pokok sehari-hari. Di antaranya adalah:

Gula pasir kualitas premium sekitar Rp19.400 per kg.

Gula pasir lokal berada di angka Rp18.250 per kg.

Minyak goreng curah diperdagangkan sekitar Rp19.200 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek I sekitar Rp22.650 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek II sekitar Rp22.200 per liter.

Harga komoditas tersebut mencerminkan tekanan pasar yang masih terasa di tengah kondisi inflasi pangan nasional. Masyarakat yang bergantung pada minyak goreng dan gula pasir karena kebutuhan konsumsi harian cenderung merasakan langsung dampaknya pada urusan belanja bulanan.

Dampak dan Respons Konsumen serta Pelaku Usaha

Masyarakat konsumen saat ini tengah mencermati tren harga pangan strategis yang terus bergerak dinamis. Kenaikan harga cabai rawit merah dinilai salah satu tekanan terbesar karena cabai sering dianggap sebagai bumbu wajib yang mendasar bagi konsumsi harian. Sementara kenaikan harga telur ayam dinilai memberi beban tambahan bagi rumah tangga yang mengandalkan telur sebagai sumber protein yang relatif mudah diakses.

Pelaku usaha kecil dan pedagang di pasar tradisional juga perlu menyesuaikan harga jual mereka mengikuti tren yang dipantau PIHPS, terutama karena data ini menjadi referensi bagi konsumen dan pelaku usaha dalam melakukan keputusan pembelian atau penentuan harga jual.

Kondisi harga pangan saat ini mendorong berbagai pihak untuk tetap waspada terhadap dinamika pasar, terutama menjelang situasi permintaan yang meningkat di beberapa periode tertentu seperti libur panjang atau momen hari besar keagamaan.

Terkini