BCA Kejar Pertumbuhan KPR 7 Persen di 2026 Lewat Skema Bunga Bertahap dan Strategi Layanan

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:55:21 WIB
BCA Kejar Pertumbuhan KPR 7 Persen di 2026 Lewat Skema Bunga Bertahap dan Strategi Layanan

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menetapkan target untuk menumbuhkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar 6 persen hingga 7 persen sepanjang 2026, mengandalkan berbagai upaya untuk meningkatkan minat dan kapasitas nasabah dalam memiliki hunian. Target ini dipicu oleh sejumlah strategi yang dirancang untuk merespons dinamika pasar properti sekaligus menjaga kualitas penyaluran kredit perumahan.

BCA Optimistis Meski Tantangan Sektor Properti Masih Ada
 

Dalam rangka mencapai target pertumbuhan KPR tersebut, BCA memproyeksikan permintaan KPR akan tetap stabil meskipun sektor properti menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan pada 2025 dan awal 2026. Hal ini tercatat dari portofolio KPR perseroan yang tetap menunjukkan pertumbuhan di tengah tantangan tersebut, serta dukungan kebijakan pemerintah yang dianggap mampu mendorong permintaan kredit hunian. Menurut laporan, BCA memandang target pertumbuhan KPR 6 persen–7 persen selaras dengan prospek ekonomi makro dan kebutuhan masyarakat akan hunian.

Strategi Produk dan Digitalisasi Layanan untuk Menarik Nasabah


Salah satu strategi utama BCA adalah memperluas layanan digital serta kemudahan akses bagi calon debitur. Melalui rumahsaya.bca.co.id, BCA menyediakan layanan one-stop shopping di mana nasabah dapat mencari daftar properti, melihat listing pengembang dan agen mitra, melakukan simulasi kredit, hingga mengajukan KPR secara online. Selain itu, nasabah juga dapat mengecek sisa angsuran lewat aplikasi myBCA dan mengakses layanan purna jual melalui haloBCA. Dengan demikian, BCA berupaya menyederhanakan proses pengajuan dan pembayaran untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.

Skema Bunga Fixed Berjenjang Menjadi Andalan
 

Untuk menarik minat lebih luas, termasuk generasi muda seperti Gen Z, BCA mengusung program bunga tetap berjenjang yang memberikan fleksibilitas dalam cicilan berdasarkan fase masa kredit. Dalam skema ini, nasabah dapat memilih tingkat bunga tetap untuk tiga tahun pertama, kemudian tingkat bunga tetap berbeda untuk tiga tahun berikutnya, dan seterusnya untuk periode empat tahun berikutnya. Bunga pada fase awal biasanya ditetapkan lebih rendah, dengan penyesuaian bertahap seiring waktu yang diharapkan beriringan dengan peningkatan kemampuan finansial debitur. Skema ini dirancang untuk memberikan kemudahan pembayaran sekaligus menarik segmen generasi muda yang ingin memiliki rumah impian mereka.

Promo dan Insentif Mendukung Pertumbuhan KPR
 

Sebagai bagian dari strategi pemasaran dan pengembangan produk, BCA juga menghadirkan sejumlah promo menarik melalui gelaran BCA Expoversary 2026, termasuk penawaran bunga KPR spesial mulai dari 1,69 persen efektif fixed satu tahun, diskon provisi hingga 50 persen, serta diskon asuransi jiwa hingga 5 persen yang berlaku pada periode pameran. Promo ini dinilai mampu menarik lebih banyak minat masyarakat untuk melakukan pengajuan KPR dalam jangka pendek serta memperkuat penetrasi produk KPR BCA di berbagai segmen pasar.

Selain dari upaya internal untuk menarik minat debitur baru, BCA juga menilai bahwa sejumlah insentif yang diusung pemerintah, seperti perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian properti baru di kisaran harga tertentu, turut menjadi stimulus positif bagi permintaan hunian serta pendorong potensial bagi pertumbuhan penyaluran KPR di tahun ini.

Peluang Pasar dan Fokus pada Kualitas Penyaluran Kredit
 

BCA juga terus memperhatikan kualitas portofolio kreditnya. Meskipun menghadapi tekanan dalam industri KPR, kualitas kredit secara umum masih relatif terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) pada portofolio KPR yang terpantau lebih rendah dibanding rata-rata industri. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi ekspansi kredit BCA, terutama di segmen konsumer seperti KPR yang memiliki dampak luas terhadap ekonomi makro.

Dalam menghadapi persaingan dan dinamika pasar yang terus berubah, terutama di sektor properti dan perumahan, BCA pun semakin memperkuat pendekatan digital serta inovasi produk untuk memperluas basis nasabah. Melalui kolaborasi dengan pengembang, penguatan layanan digital, serta penawaran bunga yang kompetitif, bank ini berharap dapat mencapai target pertumbuhan KPR 6 persen–7 persen sepanjang 2026, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu penyedia kredit perumahan unggulan di Indonesia.

Dengan beragam strategi yang diterapkan, BCA optimistis bahwa target pertumbuhan penyaluran KPR pada 2026 dapat tercapai meskipun tantangan di sektor properti masih ada. Langkah-langkah tersebut menunjukkan upaya bank untuk terus menyesuaikan layanan dan penawaran produk sesuai kebutuhan pasar sekaligus mengantisipasi potensi risiko kredit.

Terkini