LIGA ITALIA

AC Milan Siapkan Strategi Baru Atasi Krisis Penyerang Jelang Bologna

AC Milan Siapkan Strategi Baru Atasi Krisis Penyerang Jelang Bologna

JAKARTA - AC Milan akan menghadapi pertandingan krusial di pekan ke-23 Serie A saat bertandang ke markas Bologna di Stadio Renato Dall’Ara pada Rabu, 4 Februari 2026, pukul 02.45 WIB. Duel ini bukan sekadar laga biasa — tim asuhan Massimiliano Allegri tengah dalam periode krisis, khususnya di lini serang, di mana sejumlah pemain kunci belum sepenuhnya fit untuk diturunkan. Situasi ini membuat persiapan Milan menghadapi Bologna dipenuhi tanda tanya besar tentang susunan depan yang optimal.

Gangguan kebugaran di sektor penyerangan menjadi masalah utama jelang laga penting ini. Jika dilihat dalam konteks persaingan gelar dan posisi di papan klasemen Liga Italia 2025-2026, kekuatan serangan jelas menjadi elemen vital bagi Rossoneri. Namun kondisi terkini memaksa Allegri mengevaluasi ulang rencana taktiknya untuk memastikan tim tetap kompetitif meski dalam keterbatasan.

Pulisic dan Leao: Status Belum Jelas

Dua nama penting yang menjadi sorotan jelang laga ini adalah Christian Pulisic dan Rafael Leao. Kedua pemain ini sejatinya menjadi andalan Milan di lini depan dalam berbagai pertandingan sebelumnya. Namun, situasi kebugaran mereka kini menjadi sumber kekhawatiran. Christian Pulisic dilaporkan tidak mengikuti sesi latihan terakhir menjelang pertandingan. Sementara itu, Rafael Leao belum sepenuhnya pulih dari cedera, sehingga keberadaannya dalam starting XI masih diragukan.

Absennya Pulisic dari latihan dan ketidakpastian kebugaran Leao membuat Allegri harus memutar otak untuk mencari formula lain di lini serang. Alih-alih mengandalkan duet eksplosif yang biasa menjadi kekuatan Milan, tim pelatih kini menguji opsi lain yang mungkin terdengar tidak biasa — namun bisa menjadi solusi jangka pendek dalam kondisi darurat seperti ini.

Salah satu kombinasi yang tengah diuji di sesi latihan Milanello adalah duet Christopher Nkunku dan Ruben Loftus-Cheek sebagai pasangan penyerang. Konfigurasi ini belum pernah digunakan dalam pertandingan resmi sebelumnya, namun situasi yang mendesak memaksa Allegri untuk mempertimbangkan kombinasi ini sebagai alternatif guna mengatasi minimnya pilihan pemain di lini depan.

Opsi Baru: Duet Penyerang Eksperimental

Christopher Nkunku muncul sebagai salah satu pemain yang berpeluang mengisi posisi penyerang utama dalam skema baru tersebut. Dengan mobilitasnya yang fleksibel, Nkunku diharapkan mampu membuka ruang serta menciptakan peluang bagi rekan-rekan di lini serang. Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek, yang sejatinya tidak beroperasi di posisi paling depan sebagai peran natural, diproyeksikan menjadi pendampingnya di area serang.

Allegri dikenal sebagai pelatih yang tidak segan memanfaatkan pemain dalam peran berbeda untuk mengeksplorasi variasi taktik. Dalam konteks ini, Loftus-Cheek diplot bermain melebar maupun menusuk ke kotak penalti ketika diperlukan. Walau demikian, efektivitas dari kombinasi ini masih menjadi misteri karena minimnya waktu adaptasi di antara kedua pemain dalam peran tersebut.

Alternatif lain yang masih dipertimbangkan Milan adalah menunggu perkembangan kebugaran Pulisic hingga sesi latihan terakhir menjelang pertandingan. Namun peluang kemungkinan ini cukup kecil karena status kebugarannya saat ini belum stabil. Kombinasi baru atau pun langkah darurat lain bisa jadi menjadi pilihan tersisa bagi Allegri guna melapangkan serangan Milan.

Allegri dan Tantangan Menyusun Taktik

Situasi kebugaran yang kurang ideal menjadi faktor utama dalam menentukan komposisi lini depan AC Milan. Dengan kondisi ini, Allegri dituntut untuk menyeimbangkan antara kebutuhan taktik dan risiko cedera lanjutan yang bisa merugikan tim lebih jauh. Pendekatan pragmatis nampaknya akan diambil dengan memaksimalkan pemain yang siap tampil penuh meski hal ini berpotensi mengubah pola serangan yang selama ini mengandalkan kecepatan sayap.

Jika duet Nkunku dan Loftus-Cheek benar-benar diterapkan di lini depan, Milan mungkin akan mengandalkan serangan yang lebih mengarah ke tengah. Pola ini tentu saja menuntut dukungan lebih aktif dari lini tengah guna menciptakan peluang dan memberi beban tambahan pada pemain kreatif lainnya untuk menutup ruang yang biasanya diisi oleh Pulisic atau Leao.

Keputusan final tentang komposisi tim baru akan terlihat mendekati waktu pertandingan. Apapun keputusan yang diambil oleh Allegri, duel melawan Bologna jelas menjadi ujian nyata bagi kreativitas sang pelatih dalam meramu lini depan, di tengah keterbatasan pilihan pemain yang tersedia.

Momen Krusial untuk Persaingan Milan

Laga ini sendiri memiliki arti penting bagi Milan dalam perjalanan Serie A musim 2025-2026. Mengamankan hasil positif di markas Bologna bisa menjaga momentum mereka di papan atas klasemen, sekaligus mempertahankan tekanan pada rival di persaingan gelar. Kendati demikian, masalah kebugaran dan skema ofensif yang belum menemukan bentuk akhir menjadi titik lemah yang harus diatasi secepat mungkin.

Pada akhirnya, apa yang terjadi di lini depan Milan saat menghadapi Bologna bisa menjadi indikator seberapa baik klub tersebut mampu bertahan dari tekanan cedera dan adaptasi taktik di tengah musim. Tantangan ini bukan sekadar soal siapa yang bermain, namun juga bagaimana Allegri mengeksekusi rencana yang bisa menjaga ritme permainan Milan di jalur yang benar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index