MINYAK

Pertamina Hulu Energi Catatkan Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025

Pertamina Hulu Energi Catatkan Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD Sepanjang 2025

JAKARTA – Sepanjang 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil mempertahankan peran strategisnya dalam sektor hulu migas nasional dengan mencatatkan realisasi produksi minyak dan gas bumi yang signifikan. Meski sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, capaian ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengelola sumber daya energi penting tersebut di tengah tantangan operasional industri.

Pertahankan Produksi di Tengah Tantangan Industri

Sepanjang tahun 2025, PHE mencatatkan produksi migas mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), terdiri atas produksi minyak sebesar 557 ribu barel per hari (bph) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Realisasi ini sedikit menurun dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 1,045 juta BOEPD (terinci 556 ribu bph minyak dan 2,8 BSCFD gas).

Penurunan produksi tersebut, meski tipis, memberi gambaran nyata tentang tekanan operasional dan fenomena menurunnya laju produksi alami di lapangan migas yang sudah mature (tua), baik di wilayah kerja domestik maupun internasional. Namun demikian, hasil produksi migas 2025 tetap menjadi indikator kuat bahwa PHE secara konsisten mampu menjaga kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.

Aktivitas Hulu yang Mendukung Capaian Produksi

Capaian produksi migas sepanjang 2025 tidak lepas dari serangkaian aktivitas hulu yang gencar dilakukan oleh PHE. Di antara kegiatan operasional yang dilaksanakan adalah:

Pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur

Workover sebanyak 1.288 sumur

Kegiatan well service mencapai 37.259 pekerjaan

Survei seismik 2D dan 3D, masing-masing sepanjang 2.931 kilometer dan seluas 855 kilometer persegi

Pemboran 20 sumur eksplorasi guna mendukung keberlanjutan cadangan migas.

Serangkaian aktivitas tersebut tidak hanya mendorong realisasi produksi tetapi juga menjadi fondasi dalam menambah cadangan migas yang menjadi pegangan masa depan energi nasional. Kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan nilai produksi dan cadangan migas tidak stagnan meskipun laju produksi di beberapa lapangan mengalami pelemahan alami.

Perkuat Sumber Daya dan Tambah Cadangan Migas

Selain kegiatan operasional, PHE juga mencatatkan capaian menguatnya sumber daya dan cadangan migas pada 2025. Penemuan sumber daya migas kategori 2C mencapai 1.097 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi terbesar dari penemuan ini berasal dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja Rokan.

Di sisi cadangan terbukti (P1), PHE mencatat tambahan sebesar 313,7 juta barel setara minyak (MMBOE). Angka ini memperkuat basis cadangan migas yang menjadi tumpuan kegiatan produksi di tahun-tahun mendatang. Penemuan sumber daya dan tambahan cadangan adalah bukti nyata bahwa upaya eksplorasi yang dilakukan PHE tidak hanya berfokus pada produksi jangka pendek tetapi juga pada keberlanjutan pasokan energi nasional.

Komentar Manajemen: Konsistensi dan Optimalisasi Operasi

Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, menilai pencapaian ini sebagai bukti konsistensi PHE dalam mengelola operasi hulu migas secara efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, kombinasi optimalisasi lapangan dan percepatan proyek strategis menjadi kunci dalam menjaga tingkat produksi serta cadangan migas.

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Hermansyah dalam keterangannya.

Selain itu, PHE juga telah melakukan sejumlah kegiatan strategis melalui proyek Put on Production and Exploration (POPE) di sumur seperti Astrea, Pinang East dan Akasia Prima, di samping pemboran di struktur strategis seperti Lembak–Kemang–Tapus, Benuang, Gunung Kemala, dan Karangan–Tanjung Miring Barat, yang memperkuat produksi di wilayah kerja utama.

Sumur On Stream Melampaui Target

Capaian lain yang turut menyokong performa PHE adalah realisasi produksi di sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang berhasil on stream menjelang akhir 2025. Sumur ini menghasilkan produksi yang melampaui target awal, yakni mencapai 451,42 barel minyak per hari (BOPD) dibanding target 400 BOPD.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bahwa usaha PHE untuk memperluas dan meningkatkan produksi migas dapat dirasakan tidak hanya pada angka agregat tetapi juga di level sumur individu yang memiliki tantangan teknis tersendiri.

Menatap Tantangan dan Pertumbuhan Energi Nasional

Ke depan, PHE berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen ini tercermin melalui fokus pada teknologi optimalisasi, digitalisasi operasi, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Capaian produksi migas sepanjang 2025 menjadi indikator penting bahwa PHE, sebagai tulang punggung produksi minyak dan gas nasional, mampu menghadapi dinamika industri yang kompleks sekaligus memenuhi peran strategisnya dalam mendukung kebutuhan energi nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index