JAKARTA - Menjelang akhir Januari 2026, perhatian publik tertuju pada perkembangan harga bahan bakar minyak yang berlaku nasional.
Pada Kamis, 29 Januari 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan harga BBM terbaru untuk seluruh wilayah Indonesia. Penyesuaian ini menjadi bagian dari kebijakan rutin yang bertujuan menjaga keseimbangan ekonomi dan daya beli masyarakat.
Harga BBM nonsubsidi mengalami penurunan pada beberapa jenis produk unggulan. Penurunan tersebut mencakup Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, serta Pertamina Dex. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Kebijakan ini berlaku serentak di berbagai daerah dengan penyesuaian berdasarkan pajak daerah. Perbedaan harga antardaerah masih dipengaruhi oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan biaya distribusi. Dengan skema tersebut, harga BBM tetap kompetitif dan terkontrol.
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
Harga Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen kini ditetapkan sebesar Rp12.350 per liter. Angka tersebut turun dari harga sebelumnya yang berada di level Rp12.750 per liter. Penurunan ini memberikan keringanan bagi pengguna kendaraan pribadi.
Pertamax Turbo juga mengalami koreksi harga menjadi Rp13.400 per liter dari sebelumnya Rp13.750 per liter. Selain itu, Pertamax Green 95 kini dibanderol Rp13.150 per liter dari harga awal Rp13.500 per liter. Penyesuaian ini memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen BBM berkualitas tinggi.
Produk solar nonsubsidi turut mengalami penurunan harga yang signifikan. Dexlite kini dijual Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp14.700 per liter. Pertamina Dex turun menjadi Rp13.600 per liter dari harga awal Rp15.000 per liter.
Harga BBM Subsidi Tetap Berlaku
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dipatok pada harga Rp10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia. Bio Solar juga bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi bertujuan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan harga yang tetap, beban biaya transportasi harian dapat ditekan. Langkah ini juga mendukung aktivitas usaha kecil dan menengah.
Stabilitas harga BBM subsidi memberikan kepastian bagi sektor transportasi umum. Operator angkutan dapat mengatur biaya operasional dengan lebih terukur. Dampaknya, harga barang dan jasa tetap terkendali.
Daftar Harga BBM Pertamina Per Wilayah
Aceh dan Sumatra Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Free Trade Zone Sabang
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp11.500 per liter
Dexlite: Rp12.600 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.350 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter
Dexlite: Rp13.500 per liter
Pertamina Dex: Rp13.600 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Bali dan Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.350 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter
Dexlite: Rp13.500 per liter
Pertamina Dex: Rp13.600 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Sulawesi dan Gorontalo
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Papua dan Papua Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Pertamax: Rp12.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.700 per liter
Dexlite: Rp13.800 per liter
Solar: Rp6.800 per liter
Penetapan harga BBM Pertamina per 29 Januari 2026 mencerminkan kebijakan yang terukur. Penurunan harga BBM nonsubsidi dilakukan tanpa mengganggu stabilitas pasokan nasional. Sementara itu, harga BBM subsidi tetap dijaga untuk melindungi masyarakat.
Konsumen diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi terkait harga BBM. Perbedaan harga antardaerah merupakan hal yang wajar dan telah diperhitungkan. Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran bahan bakar secara bijak.
Secara keseluruhan, kebijakan harga BBM awal 2026 menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan ekonomi. Penyesuaian harga dilakukan secara transparan dan konsisten. Kondisi ini diharapkan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional.