JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengawali tahun 2025 dengan pencapaian yang menggembirakan, membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp36,6 triliun pada kuartal pertama. Ini menandakan bahwa Telkom berhasil mempertahankan pertumbuhannya di tengah tantangan ekonomi yang ada. Kinerja yang solid ini juga semakin memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin industri telekomunikasi dan digital di Indonesia.
Dalam menghadapi tahun penuh ketidakpastian, Telkom terus fokus pada penguatan bisnis digital dan pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang lebih baik. Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi berkelanjutan yang berfokus pada inovasi, peningkatan pengalaman pelanggan, serta penyederhanaan produk dan layanan. “Kami tetap konsisten berfokus pada pengembangan infrastruktur digital yang dapat memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan masyarakat luas. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan perusahaan,” jelas Ririek.
Kinerja Positif pada Segmen Konsumer dan Digital
Segmen konsumer, yang terdiri dari layanan seluler dan fixed broadband, menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Telkom pada kuartal pertama 2025. Telkomsel, sebagai anak usaha terbesar Telkom di sektor seluler, membukukan pendapatan sebesar Rp27,2 triliun, yang didominasi oleh layanan digital dan broadband. Bisnis digital Telkomsel menyumbang 90,3% dari total pendapatan tersebut, menunjukkan kuatnya posisi Telkomsel dalam era digitalisasi.
IndiHome, layanan fixed broadband Telkom, juga mencatatkan perkembangan yang menggembirakan. Pendapatan dari IndiHome residensial (B2C) tumbuh 1,3% YoY. Total pelanggan IndiHome residensial kini mencapai 9,8 juta, dengan pertumbuhan double-digit sebesar 10,4% YoY. Bahkan, secara keseluruhan, jumlah pelanggan IndiHome baik untuk B2C maupun B2B mengalami pertumbuhan sebesar 7% YoY, mencapai 11 juta pelanggan.
Ekspansi Jaringan dan Peningkatan Kualitas Layanan Telkomsel
Telkomsel terus berinovasi dengan memperluas cakupan jaringan dan memperbaiki kualitas layanannya. Hingga Maret 2025, Telkomsel telah mengoperasikan 278.100 Base Transceiver Station (BTS), termasuk 227.454 BTS 4G dan 1.910 BTS 5G. Ekspansi ini sejalan dengan meningkatnya permintaan data dan layanan internet yang semakin tinggi di Indonesia.
Selain memperluas jaringan, Telkomsel juga melakukan simplifikasi produk guna meningkatkan pengalaman pelanggan. Langkah ini diyakini dapat memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar dalam sektor seluler dan mempercepat penetrasi pasar digital di Indonesia. Dalam hal lalu lintas data, Telkomsel mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 19,8% YoY, dengan total data payload mencapai 5.778.048 TB pada kuartal pertama 2025.
Kinerja Positif pada Segmen Enterprise dan Wholesale
Segmen Enterprise, yang menyasar bisnis dan sektor korporasi, juga menunjukkan hasil yang positif. Telkom mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,0 triliun, naik 2,9% YoY dibandingkan tahun lalu. Layanan Indibiz, solusi satelit, serta bisnis pembayaran digital menjadi kontributor utama terhadap pertumbuhan pendapatan pada segmen ini.
Sementara itu, segmen Wholesale and International mengalami peningkatan pendapatan sebesar 0,6% YoY, mencapai Rp4,8 triliun. Peningkatan ini didorong oleh bisnis infrastruktur digital serta pertumbuhan layanan suara internasional. Telkom terus memperluas layanannya di pasar internasional, menjaga kualitas dan efisiensi komunikasi global.
Pertumbuhan Positif di Bisnis Menara Telekomunikasi (Mitratel)
Mitratel, anak perusahaan Telkom yang mengelola bisnis menara telekomunikasi, juga mencatatkan kinerja yang baik dengan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun, tumbuh 1,4% YoY. Mitratel berhasil mempertahankan posisinya sebagai penyedia menara terbesar di Indonesia, dengan jumlah tenant yang terus meningkat hingga mencapai 60.259 tenant.
Selain itu, Mitratel juga berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Pada kuartal pertama 2025, Mitratel menambah 189 menara baru, menjadikan total menara yang dimiliki saat ini sebanyak 39.593 unit. Perusahaan juga memperluas jaringan fiber optik dengan menambah panjang jaringan 2.505 km, sehingga total panjang fiber optik yang dimiliki menjadi 53.544 km.
Investasi pada Infrastruktur Data Center dan Cloud
Telkom terus mengembangkan infrastruktur bisnis Data Center dan Cloud, mencatatkan pendapatan sebesar Rp446 miliar pada kuartal pertama 2025. Saat ini, Telkom mengoperasikan 35 data center dengan total kapasitas 38 MW, serta 2.420 rack untuk edge data center yang tersebar di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini tidak hanya melayani kebutuhan segmen enterprise domestik, tetapi juga memenuhi permintaan pasar internasional yang semakin berkembang.
Sebagai bagian dari strategi digitalisasi, Telkom terus berupaya memperluas kapasitas layanan data center dan meningkatkan kolaborasi strategis dengan mitra global. Hal ini bertujuan untuk membangun ekosistem digital yang lebih kuat dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Komitmen Telkom terhadap Keberlanjutan dan ESG
Di tengah pencapaian finansial yang positif, Telkom juga tetap berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan fokus pada prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Perusahaan telah melakukan verifikasi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk periode 2023–2024 dan memastikan bahwa emisi GRK yang dihasilkan sesuai dengan standar yang berlaku. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2060.
Selain itu, Telkom juga mencatatkan belanja modal (Capex) sebesar Rp5 triliun, atau sekitar 13,5% dari total pendapatan perusahaan. Investasi tersebut difokuskan pada pengembangan infrastruktur digital seperti jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, satelit, dan kabel bawah laut, yang bertujuan untuk memperluas konektivitas digital di seluruh Indonesia.
Telkom: Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Dengan pencapaian yang solid di kuartal pertama 2025, Telkom menunjukkan bahwa perusahaan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan yang ada. Fokus pada digitalisasi, peningkatan layanan pelanggan, dan ekspansi infrastruktur terus menjadi prioritas utama Telkom. Melalui inovasi dan kolaborasi, Telkom berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konektivitas digital yang lebih baik dan lebih cepat.
Sebagai pemimpin dalam sektor telekomunikasi dan digital Indonesia, Telkom siap menghadapi tantangan masa depan dan terus berkomitmen untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Dengan langkah strategis yang dijalankan, Telkom diperkirakan akan terus menjadi pemain utama dalam perekonomian digital Indonesia yang semakin berkembang.