JAKARTA - Arab Saudi menjadi salah satu negara yang mengirim delegasinya untuk menghadiri prosesi upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Pemilihan ayat Al-Quran saat delegasi Saudi hadir menjadi sorotan di media sosial.
Sebagaimana diketahui, Khamenei gugur pada usia 86 tahun dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel di kompleks kediamannya pada tanggal 28 Februari lalu.
Prosesi pemakaman Khamenei baru dimulai dan akan berlangsung selama enam hari.
Dilansir dari Sumbernya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan ada delegasi dari 110 negara yang bakal hadir di acara pemakaman Khamenei.
Hal ini dia sampaikan di sela dengan wawancara TV pemerintah, IRIB TV.
Namun, AS dan sejumlah negara barat tak hadir dalam prosesi pemakaman ini.
Negara mana saja yang mengirimkan kepala negara atau delegasi?
Pakistan: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif akan menghadiri pemakaman kenegaraan mantan pemimpin tertinggi Iran, kata Kementerian Luar Negeri Pakistan pada hari Kamis.
Pakistan telah memainkan peran sentral dalam mediasi antara AS dan Iran.
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Menteri Dalam Negeri negara itu, Mohsin Naqvi, mendarat di Teheran untuk menghadiri upacara tersebut.
Tajikistan: Presiden Tajikistan Emomali Rahmon juga akan menghadiri pemakaman tersebut.
Armenia: Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan akan mewakili negaranya dalam peringatan tersebut.
Georgia: Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili juga akan menghadiri peringatan tersebut, negara itu telah mengkonfirmasi.
Turki: Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz akan menghadiri pemakaman Khamenei, Ankara telah mengkonfirmasi.
India: India mengatakan pada hari Kamis bahwa wakil menteri luar negeri dan seorang gubernur negara bagian akan mewakili negara tersebut dalam pemakaman kenegaraan Khamenei.
China: Politisi senior China, He Wei, akan menghadiri pemakaman di Teheran, demikian diumumkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Kamis.
Ia adalah wakil ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, parlemen China.
Rusia: Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menghadiri upacara tersebut pada hari Jumat.
Medvedev adalah mantan presiden dan perdana menteri Rusia.
Afghanistan: Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri pemerintah Taliban, Amir Khan Muttaqi, telah melakukan perjalanan ke Teheran pada hari Kamis untuk menghadiri pemakaman kenegaraan.
Bangladesh: Ketua Parlemen Bangladesh, Hafiz Uddin Ahmed, dijadwalkan untuk menghadiri pemakaman kenegaraan di Teheran.
Qatar dan Arab Saudi: Qatar dan Arab Saudi mengirimkan delegasinya untuk menghadiri pemakaman Khamenei.
Delegasi dari Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji.
Indonesia: Indonesia juga mengirimkan delegasi.
Indonesia diwakili Dubes RI di Tehran, Rolliansyah Soemirat.
Delegasi dari Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Pemilihan ayat Al-Qur'an yang dilantunkan saat delegasi Saudi memberi penghormatan ke Khamenei menjadi perbincangan warganet.
Dilansir dari Sumbernya, delegasi Saudi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji memberikan penghormatan terakhir di hadapan peti jenazah Ali Khamenei pada hari Jumat (3/1/2026).
Kehadiran Walid Al-Khuraiji ini tidak terduga.
Pasalnya, pada bulan Maret lalu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mendesak Iran untuk 'menghitung ulang' strateginya setelah serangan balasan berulang kali terhadap pangkalan AS di kerajaan tersebut.
Pangeran Faisal mengatakan bahwa toleransi atas serangan terhadap negara-negara Teluk terbatas.
Kehadiran delegasi Arab Saudi ini juga menjadi perbincangan karena pemilihan ayat Al-Qur'an yang diatur oleh pihak Iran.
Pihak Iran mengatur pembacaan ayat Al-Qur'an yang merujuk pada dua pasukan yang bertemu di Pertempuran Badr abad ketujuh.
Ayat yang dilantunkan Qari Iran itu ialah QS 3:13 atau Al Imran ayat 13.
Begini terjemahan ayat tersebut:
"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).