JAKARTA - Ekosistem mangrove memainkan peran vital dalam menjaga kestabilan kawasan pesisir, menyerap karbon, serta melindungi keanekaragaman hayati.
Untuk memperkuat pemahaman mengenai fungsi strategis tersebut, mahasiswa Departemen Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia, mengadakan Praktikum Lapangan Ekologi 2026 di Jakarta Mangrove Resort, Angke Kapuk, Jakarta Utara.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengusung tema "Pengenalan Ekosistem dan Greenhouse Mangrove: Pembelajaran Lapangan Ekologi." Praktikum lapangan ini diikuti oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Lingkungan, Program Magister Manajemen Bencana, serta Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai berbagai aspek ekologi mangrove, mulai dari fungsi ekologis, upaya konservasi dan rehabilitasi, hingga peran greenhouse mangrove sebagai sarana edukasi lingkungan.
Selain itu, para peserta juga diajak memahami pentingnya pendidikan lingkungan dalam membangun kesadaran serta mendorong aksi nyata masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Andreas Pramudianto, Ketua pelaksana kegiatan yang juga Dosen Hukum Ilmu Lingkungan SPPB UI, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini.
Menurut Andreas, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak bencana, tetapi juga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon dalam jumlah besar.
"Mangrove bukan hanya benteng alami pesisir yang mampu menyerap karbon dan melindungi masyarakat dari abrasi maupun bencana pesisir, tetapi juga laboratorium alam yang menjadi sarana pembelajaran bagi generasi masa depan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir agen-agen perubahan yang memiliki kepedulian dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang menekankan pentingnya aksi kolektif dalam menjaga keberlanjutan bumi melalui pendidikan, konservasi, dan partisipasi aktif masyarakat.
Sebagai negara dengan luas ekosistem mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan hutan mangrove. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), mangrove juga berperan sebagai pelindung garis pantai serta habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna.
Melalui Praktikum Lapangan Ekologi 2026, mahasiswa Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan lingkungan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai lingkungan hidup, tetapi juga mampu berkontribusi melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.
Kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk mempertemukan teori dengan praktik, sehingga peserta dapat memahami secara langsung tantangan dan peluang dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Indonesia.