Dorong Energi Terbarukan, ITB Kaji Potensi PLTAL di Nusa Penida

Kamis, 25 Juni 2026 | 14:45:27 WIB
Peneliti dari University of Maryland, USA dan Adjunct Professor FITB, Prof. R. Dwi Susanto, Ph.D. ( Sumber : NET )

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pra-Studi Kelayakan Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida untuk Mendorong Percepatan Transisi dan Kedaulatan Energi Nasional di Medco Amphitheatre, ITB Kampus Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi besar energi laut Indonesia sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan transisi energi nasional.

Acara dibuka oleh Dekan FITB ITB, Dr.techn. Dudy D. Wijaya, dan menghadirkan Prof. R. Dwi Susanto, Ph.D., peneliti dari University of Maryland, Amerika Serikat, sekaligus Adjunct Professor FITB ITB, sebagai narasumber utama.

Turut hadir pula para akademisi, perwakilan kementerian dan lembaga, pelaku industri, serta komunitas yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Dalam paparannya, Prof. Dwi Susanto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki negara lain, yakni dilintasi oleh Arus Lintas Indonesia (Arlindo), sirkulasi arus global yang menjadikan perairan Nusantara memiliki potensi energi arus laut yang sangat besar dan berkelanjutan.

"Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang lautnya dilintasi Arlindo. Kondisi ini menjadikan selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga arus laut dan gelombang laut," ujarnya.

Energi arus laut dinilai sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang menjanjikan karena bersifat terprediksi, tersedia secara kontinu sepanjang tahun, ramah lingkungan, serta mampu mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pengembangan energi laut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi biru, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Hasil studi bersama USAID-SINAR dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mengidentifikasi sedikitnya 32 selat di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL).

Dari 14 selat yang telah dihitung potensinya, kapasitas energi yang dapat dihasilkan mencapai sekitar 19 gigawatt (GW), jauh melampaui target pemanfaatan energi laut dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang sebesar 40 megawatt (MW).

Pre-FS di Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan pertama yang dapat membuktikan kelayakan teknis dan ekonomi energi laut di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian awal, Selat Lombok teridentifikasi memiliki empat lokasi potensial untuk pembangunan PLTAL, yakni tiga lokasi di sekitar Pulau Nusa Penida dan satu lokasi di dekat Pulau Lombok, dengan potensi energi mencapai sekitar 500 MW.

Kapasitas tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik Pulau Nusa Penida, tetapi juga berpotensi menyuplai sebagian kebutuhan energi Pulau Bali dan Pulau Lombok.

Selain potensi energi arus laut, tim peneliti juga mengidentifikasi dua lokasi di selatan Pulau Nusa Penida yang berpotensi dikembangkan sebagai pusat Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL).

Proyek pra-studi kelayakan ini dirancang untuk menghasilkan data dan kajian yang memenuhi standar internasional, termasuk standar IEC TS 62600, sehingga dapat menjadi fondasi bagi penyusunan studi kelayakan yang komprehensif dan layak secara finansial.

Hasil kajian tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan implementasi energi laut dalam bauran energi nasional serta menjadi model pengembangan bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Lebih jauh, pengembangan energi laut juga diyakini dapat menjadi katalis bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Pembangunan proyek percontohan ini diharapkan mendorong penguasaan teknologi oleh para peneliti dan insinyur dalam negeri, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta membuka peluang pengembangan industri pendukung dari hulu hingga hilir.

Melalui kegiatan ini, FITB ITB menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan transisi energi bersih dan kedaulatan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya laut Indonesia yang melimpah.

"Sudah saatnya kami memanen listrik dari laut," ucap Prof. Dwi Susanto.

Prof. Dwi Susanto optimis bahwa potensi energi laut Indonesia dapat menjadi salah satu pilar penting menuju masa depan energi yang berkelanjutan, mandiri, dan menyejahterakan masyarakat.

Terkini