Teka-teki Formasi Drone 'Ubur-ubur' Iran yang Menembak Jatuh Jet AS

Kamis, 25 Juni 2026 | 10:51:10 WIB
Drone-drone Iran. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Seorang pilot jet tempur F-15 Amerika Serikat (AS), yang diselamatkan setelah ditembak jatuh di Iran pada April 2026 lalu, memberikan keterangan mengejutkan terkait drone Iran. Ia mengaku sempat melihat drone Iran membentuk formasi menyerupai ubur-ubur.

Kamis (25/6/2026), pilot tersebut melihat formasi ubur-ubur itu sesaat sebelum melontarkan diri dari jet tempurnya. Formasi tersebut masih menjadi misteri, karena menurut penuturan pilot jet tempur F-15 yang diungkap oleh empat sumber kepada CNN, kejadian ini belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Keterangan tersebut disampaikan kepada para pejabat intelijen AS saat briefing setelah insiden itu terjadi. Hal ini memicu perdebatan sengit dalam komunitas intelijen AS yang hingga kini belum terselesaikan.

Jika pilot tersebut benar-benar melihat apa yang digambarkannya—yakni formasi drone yang bergerak serempak di udara—maka hal itu akan menjadi kemajuan besar dalam kemampuan teknologi drone Iran.

"Beberapa drone saling terhubung dan bergerak serempak dengan drone-drone yang lebih kecil di bawah drone-drone yang lebih besar seperti kaki," demikian kesaksian pilot jet tempur F-15 itu, seperti dikutip salah satu sumber yang berbicara kepada CNN.

"Benar-benar seperti alien," imbuh pilot AS tersebut.

Seorang sumber lainnya mengatakan kepada CNN bahwa pilot tersebut menyebut dirinya menyaksikan "ladang ranjau drone" di udara.

Penyebab pasti jatuhnya F-15 milik AS di wilayah Iran masih diselidiki. Namun, menurut dua sumber yang dikutip CNN, laporan awal menunjukkan bahwa formasi drone tersebut diduga memungkinkan Iran untuk menembak jatuh jet tempur AS tersebut.

Insiden ini menandai pertama kalinya jet tempur AS jatuh di wilayah Iran selama konflik. 

Terdapat dua awak dalam F-15 tersebut, yakni seorang pilot dan seorang petugas sistem senjata, yang keduanya berhasil diselamatkan oleh pasukan khusus AS. Belum diketahui apakah petugas sistem senjata tersebut juga melihat formasi drone itu.

Meski demikian, beberapa pejabat intelijen Washington meragukan kesaksiannya, mengingat pilot tersebut mengalami gegar otak dan pesawat yang dipilotinya sudah dua kali ditembak jatuh selama perang AS-Iran. 

Para pejabat intelijen AS yang melakukan tanya-jawab bahkan sempat mempertanyakan kebenaran penglihatan pilot tersebut.

Terkini