Fabrikasi Lapangan Bukit Panjang Dimulai untuk Dongkrak Migas

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:56:32 WIB
Fabrikasi Lapangan Bukit Panjang Dimulai untuk Dongkrak Migas (FOTO: NET)

BINTAN - Upaya menggenjot produksi minyak dan gas bumi nasional kembali menorehkan kemajuan penting.

PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) selaku anak perusahaan Searah Limited secara resmi memulai tahapan fabrikasi fasilitas produksi Lapangan Bukit Panjang melalui acara seremonial First Steel Cutting di Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menandai diawalinya pembangunan fasilitas produksi untuk proyek pengembangan Lapangan Bukit Panjang yang berlokasi di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.

Tahapan ini menjadi prestasi krusial setelah proyek tersebut mengantongi persetujuan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) pada April 2026 yang lalu.

Acara ini dihadiri oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro beserta jajaran, manajemen PT Meindo Elang Indah selaku pelaksana kontrak Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC), serta sejumlah pemangku kepentingan di industri hulu migas.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa dimulainya tahapan fabrikasi fasilitas produksi ini menunjukkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk mempercepat realisasi potensi sumber daya migas nasional.

“Pencapaian FID dan dimulainya kegiatan fabrikasi untuk Lapangan Bukit Panjang menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi sektor hulu migas Indonesia. SKK Migas akan terus mendukung pelaksanaan proyek strategis seperti ini agar dapat berjalan dengan aman, tepat waktu, dan memberikan kontribusi optimal bagi pencapaian target produksi nasional,” ujar Djoko dalam pernyataan terpisah.

Menurut Djoko Siswanto, percepatan pelaksanaan proyek ini akan menyegerakan kontribusi Lapangan Bukit Panjang bagi pasokan energi dalam negeri.

“Semakin cepat tentu semakin baik. Kami berharap tahun depan Lapangan Bukit Panjang dapat onstream dengan tambahan produksi kondensat sekitar 1.000 BOPD serta menghasilkan LPG sampai dengan 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 BOEPD,” katanya.

Lapangan Bukit Panjang diproyeksikan memiliki puncak kapasitas produksi mencapai 50 juta kaki kubik gas per hari (50 MMSCFD).

Pengembangannya digarap melalui pembangunan fasilitas produksi lepas pantai yang tersambung dengan sarana eksisting di Lapangan Bukit Tua di Wilayah Kerja Ketapang yang telah beroperasi sejak 2015.

Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari peta jalan strategi perusahaan untuk mengoptimalkan nilai aset melalui pengembangan yang efisien serta berkelanjutan.

“Pengembangan Lapangan Bukit Panjang mencerminkan komitmen kami untuk mengoptimalkan potensi aset yang ada melalui penerapan teknologi efisien dan pengembangan berkelanjutan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia dan SKK Migas, serta menantikan kerja sama yang erat selama proses pengembangan ini,” ujarnya.

Proyek Bukit Panjang ini juga menjadi salah satu program ekspansi awal bagi Searah Limited, perusahaan patungan yang baru beroperasi resmi pada 1 Juni 2026 dengan kepemilikan saham berimbang masing-masing 50 persen oleh PETRONAS dan Eni.

Searah Limited dibentuk untuk mengelola deretan aset strategis di Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah Jawa Timur, dengan fokus memperkuat portofolio energi, mempercepat proyek berkelanjutan, serta mendongkrak ketahanan energi regional.

Perusahaan ini memiliki portofolio yang mencakup 19 aset gas, baik yang telah berproduksi maupun yang masih dalam tahap pengembangan di kedua negara tersebut.

Melalui dimulainya tahapan fabrikasi ini, proyek Bukit Panjang diharapkan mampu menjadi pendorong baru dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus memperkuat pasokan energi untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Terkini