JAKARTA - Memperluas jangkauan listrik ramah lingkungan untuk warga di daerah terluar Indonesia menjadi langkah krusial dalam memangkas ketimpangan pembangunan sekaligus mendongkrak taraf hidup warga.
Pasokan setrum yang stabil tidak sekadar menyokong kegiatan rumah tangga, melainkan turut membuka jalan bagi kemajuan ekonomi daerah, sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, serta kegiatan produktif.
Penggunaan energi baru terbarukan, semisal tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa, menjadi opsi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik reguler.
Bukan hanya memperkokoh ketahanan energi dalam negeri, langkah ini pun selaras dengan sasaran transisi energi serta penurunan emisi karbon, sehingga dampaknya tidak cuma dirasakan warga setempat tetapi juga menyokong program pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional.
PT PLN (Persero) tengah merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Nuse dan Pulau Landu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, demi memperlebar keterjangkauan listrik ramah lingkungan untuk warga di kawasan terluar Indonesia.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) F. Eko Sulistyono di Kupang, Minggu (14/6), menyatakan bahwa pemasangan PLTS di wilayah tersebut merupakan langkah nyata dalam memperluas jangkauan energi bersih bagi masyarakat di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Hadirnya listrik di wilayah 3T bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses energi," katanya.
Ia memaparkan bahwa pengecekan kelayakan area serta pemetaan calon konsumen telah dilaksanakan oleh tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rote Ndao melalui arahan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang.
"Ia menjelaskan kehadiran PLTS di Pulau Nuse dan Pulau Landu diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi maritim setempat,” tambah dia.
Sesuai penuturannya, pasokan listrik yang stabil bakal memacu produktivitas usaha warga, termasuk di sektor kelautan yang menjadi tumpuan utama mata pencaharian masyarakat di daerah tersebut.
Manager PLN ULP Rote Ndao Yohanes Fernandes Lay dalam rilis yang diterima di Kupang mengutarakan bahwa petugas di lapangan mesti menempuh jalur laut selama lebih dari 1,5 jam menaiki perahu motor berukuran kecil demi sampai ke titik survei di Desa Nuse, Dusun Nusamanuk, dan Dusun Lohaen.
Berdasarkan proses verifikasi di lokasi, area yang diplot untuk pembangunan infrastruktur PLTS tersebut dikonfirmasi sudah siap untuk dimanfaatkan.
Pada kesempatan yang sama, Manager PLN UP3 Kupang Nikolas Denias Adrian memastikan bahwa tantangan geografis tidak bakal menjadi penjegal bagi PLN dalam menyalurkan pelayanan kelistrikan sampai ke pulau-pulau paling luar.
Kepala Desa Nuse Hesron Pasole mengutarakan rasa terima kasih atas langkah konkret PLN yang mulai mematangkan persiapan infrastruktur kelistrikan di daerahnya.
Hesron mengonfirmasi bahwa segenap warga siap memberikan dukungan penuh, baik dalam penyediaan tanah maupun pemenuhan kebutuhan penunjang lainnya, supaya eksekusi pembangunan PLTS bisa segera berjalan dan membawa dampak positif bagi peningkatan kemakmuran masyarakat.
PLN menaruh harapan besar agar proyek PLTS di Pulau Nuse serta Pulau Landu ini dapat menjadi motor penggerak roda ekonomi daerah sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di kawasan batas selatan Indonesia.