Peta Jalan Dekarbonisasi, PT TIMAH Pacu Operasional Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 10:01:47 WIB
Emission Melalui Dekarbonisasi. (Sumber Foto: NET)

PANGKALPINANG – Komitmen terhadap pemangkasan emisi gas rumah kaca (GRK) terus diperkokoh oleh PT TIMAH (Persero) Tbk lewat bermacam kebijakan strategis serta penerapan peta jalan dekarbonisasi demi meraih target net zero emission pada tahun 2060 mendatang.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PT TIMAH menggulirkan beragam aksi mitigasi yang menyumbang dampak signifikan bagi penurunan emisi karbon di setiap lini operasional perusahaan.

Salah satu langkah taktis yang ditempuh PT TIMAH yakni melangsungkan transisi pemanfaatan energi fosil beralih ke pasokan energi yang memiliki kadar emisi lebih rendah.

Ikhtiar ini direalisasikan lewat optimalisasi biodiesel secara bertahap, diawali dari B20 hingga kini menyentuh B40, selaras dengan arah kebijakan dan regulasi dari pemerintah, demi menyokong operasional korporasi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Di luar implementasi biofuel, perusahaan pun mulai mengadopsi energi terbarukan lewat pemasangan solar cell serta pemanfaatan sumber energi alternatif lainnya yang dipandang sanggup menyokong pengurangan emisi GRK secara berkesinambungan.

Langkah dekarbonisasi ini juga dipraktikkan pada unit usaha PT Timah Industri lewat pemanfaatan bahan bakar gas sekaligus pemasangan solar photovoltaic (solar PV) di wilayah operasional serta sektor kawasan reklamasi.

“Upaya dekarbonisasi menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan untuk menciptakan operasional pertambangan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan,” kata Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Anggi mengimbuhkan, pengaplikasian energi rendah emisi, ekspansi energi baru terbarukan, hingga agenda berbasis solusi alam bertransformasi menjadi pembuktian nyata korporasi dalam memelihara titik keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bisnis perusahaan di masa depan.

Bukan sebatas itu, korporasi juga ikut menyelenggarakan program carbon offset lewat aktivitas penanaman pohon serta reboisasi kawasan hutan selaku taktik penyerapan karbon.

Program yang bertumpu pada solusi alam atau nature-based solutions ini diproyeksikan mampu mempertebal andil perusahaan dalam menekan emisi karbon secara berkelanjutan.

Demi menyokong pemenuhan target jangka panjang tersebut, PT TIMAH juga konsisten menggelar riset serta pengembangan teknologi ramah lingkungan yang dikonstruksikan dengan keperluan operasional korporasi.

PT TIMAH secara berkala melangsungkan pengawasan emisi udara serta mutu udara ambien, berbarengan dengan mengoptimalkan utilisasi energi biodiesel dan memacu peralihan ke sumber energi rendah emisi lainnya.

Di dalam peta jalan dekarbonisasi, perusahaan pun memaksimalkan bermacam peluang demi mempercepat pencapaian target penurunan emisi GRK.

Beberapa di antaranya ditempuh lewat peningkatan efisiensi energi demi memotong konsumsi energi fosil, pemanfaatan energi ramah lingkungan dalam aktivitas operasional, hingga investasi pada pematangan bisnis berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Kebijakan strategis lainnya meliputi penerapan solar photovoltaic di Head Office berkapasitas 421 kWp, pengembangan pemanfaatan biodiesel hingga menyentuh B100, substitusi energi fosil ke energi terbarukan, overhaul serta modifikasi pada alat-alat penambangan, hingga elektrifikasi armada angkut maupun kendaraan operasional.

Perusahaan juga menerapkan bermacam metode guna menyokong pergerakan dekarbonisasi seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, substitusi bahan bakar, pemanfaatan energi terbarukan dengan jejak karbon lebih rendah, peningkatan efisiensi energi, reduksi emisi fugitif, pemanfaatan sertifikat energi terbarukan, hingga penggunaan carbon offset.

Lewat rangkaian inisiatif tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmen kuatnya dalam menyokong transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus bersumbangsih pada gerakan nasional dalam meraih target net zero emission pada tahun 2060.

Halaman :

Terkini