Viral Penilaian Juri LCC Empat Pilar MPR Kalbar Dianggap Tak Adil

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:40:16 WIB
Lomba Cerdas Cermat (LCC) (FOTO: NET)

JAKARTA – Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat pada (9/5/2026) menjadi bahan pembicaraan hangat di dunia maya.

Peristiwa ini berawal dari sebuah unggahan video yang menunjukkan ketidakkonsistenan dewan juri dalam memberikan poin terhadap jawaban benar dari peserta.

 Rekaman tersebut memperlihatkan Grup C perwakilan SMAN 1 Pontianak yang tengah merespons pertanyaan berkaitan dengan mekanisme pemilihan anggota BPK.

"Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ucap Ocha, siswi dari Grup C.

Akan tetapi, jawaban tersebut justru diganjar nilai minus lima oleh juri Dyastasita Widya Budi selaku Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI.

 Soal yang serupa lalu dialihkan kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas. 

Mereka memberikan jawaban yang sama persis dan malah memperoleh nilai 10 dari juri yang sama.

Ocha segera melayangkan protes lantaran merasa jawabannya sama dengan Grup B, namun tetap dianggap keliru. 

Menyikapi protes tersebut, juri beralasan bahwa Grup C tidak memaparkan poin pertimbangan DPD secara utuh.

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.

Walaupun Grup C telah memberikan pembelaan, juri bersikukuh bahwa keputusan akhir bersifat mutlak dan MC mengimbau peserta guna menerima hasil tersebut. 

Juri lain, Indri Wahyuni selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, turut memberikan alasan bahwa artikulasi siswi SMAN 1 Pontianak dinilai kurang lugas.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," ucap Indri.

Terkini