Gandeng POSCO, Pertamina Garap Teknologi CCS dan Hidrogen Biru

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:40:16 WIB
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri .(FOTO: NET)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) saat ini kian aktif memperluas jangkauan di level internasional guna mempercepat proses transisi energi di dalam negeri.

BUMN energi ini menjalin aliansi strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco International Corporation, dalam lingkup pengembangan teknologi rendah karbon.

 Kesepakatan ini diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (1/4/2026) di Korea Selatan yang sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara pada sektor energi bersih.

Penandatanganan tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama CEO Posco International Kye-In Lee, bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan.

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan mendalami berbagai teknologi krusial untuk reduksi emisi, terutama pada pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). 

Sistem ini disiapkan untuk menangkap dan menyimpan karbon agar tidak mencemari atmosfer, selain juga menyasar pengembangan amonia, hidrogen biru, dan potensi energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa sinergi global ini merupakan kunci utama dalam mempercepat implementasi teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan," ujar Simon.

Kerja sama ini juga meliputi analisis mendalam mengenai model bisnis, aspek regulasi, serta potensi pasar guna menjamin keberlangsungan proyek tersebut dalam jangka panjang.

 Kolaborasi ini dipercaya mampu mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menanggulangi perubahan iklim dunia.

Implementasi teknologi rendah karbon pun dipandang sebagai langkah strategis guna mempertahankan ketahanan energi nasional melalui integrasi CCS dan hidrogen biru. 

Lewat kemitraan ini, Pertamina membuktikan transformasinya sebagai pemain utama dalam ekosistem energi masa depan sekaligus membuka keran investasi dan transfer teknologi di Indonesia.

Terkini