Strategi Beyond kWh: PLN IP dan DevvStream Kelola Perdagangan Karbon

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:40:16 WIB
Ilustrasi pegawai PLN sedang melakukan inspeksi panel surya (FOTO: NET)

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power kini tengah melakukan perluasan transformasi bisnis energi bersih dengan mengombinasikan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta mekanisme perdagangan karbon internasional.

Langkah tersebut direalisasikan lewat penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc sebagai bagian dari penguatan portofolio bisnis ‘beyond kWh’ yang memakai solusi solar PV.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan tahapan strategis perusahaan dalam menyatukan proyek PLTS dengan proses monetisasi karbon di pasar global.

"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya seperti dikutip dari berbagai sumber, Senin (11/5).

Kesepakatan itu disahkan oleh Bernadus bersama CEO DevvStream Corp Sunny Trinh di Jakarta pada Selasa (5/2).

Dalam kemitraan ini, PLTS yang dikembangkan menggunakan sistem off-grid guna memenuhi kebutuhan internal pelanggan sehingga tidak terhubung dengan jaringan listrik utama.

 Skema tersebut tetap dilaksanakan dengan mematuhi regulasi yang berlaku di sektor lingkungan hidup serta perdagangan karbon.

Melalui proyek ini, PLN Indonesia Power akan memproduksi sertifikat pengurangan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari pelbagai proyek PLTS di tanah air yang selanjutnya dipasarkan lewat DevvStream.

Bernadus menganggap langkah ini merupakan bagian dari strategi PLN IP guna membangun model bisnis baru yang lebih berkelanjutan dan memiliki nilai tambah.

"Pengembangan solar PV solution berbasis off-grid ini merupakan bagian dari inovasi PLN Indonesia Power dalam menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional sekaligus membuka peluang monetisasi karbon. Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang lebih bernilai tambah," ujarnya.

Ia memaparkan bahwa konsep ‘beyond kWh’ yang diusung PLN IP tidak sekadar berfokus pada penjualan listrik, namun mencakup layanan energi terpadu seperti pembangunan pembangkit EBT hingga manajemen emisi karbon.

Penerapan PLTS off-grid disiapkan guna membantu pelanggan memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, meningkatkan efisiensi, serta menekan emisi gas rumah kaca tanpa mengganggu sistem kelistrikan yang sudah ada.

Di sisi lain, Sunny Trinh menyatakan bahwa kolaborasi tersebut membuka peluang besar bagi ekspansi proyek karbon berbasis energi hijau dari Indonesia menuju pasar dunia.

"Kami melihat potensi besar dari model solar PV off-grid, yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Ini merupakan pendekatan inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru melalui pasar karbon global," ujarnya.

Sinergi ini turut memperkuat posisi PLN Indonesia Power sebagai salah satu pelopor pengembangan solusi energi berbasis kebutuhan pelanggan di Indonesia serta mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Ke depannya, Bernadus menyatakan perusahaan akan terus memperluas implementasi solar PV solution demi mendukung transisi energi nasional dan mengoptimalkan potensi pendapatan dari pasar karbon dunia.

Terkini