Pemprov PBD Kirim 64 OAP ke PPSDM Migas Cepu demi Sertifikasi Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:42:09 WIB
Tingkatkan Kompetensi SDM, Pemprov PBD Kirim 64 OAP Ikut Pelatihan Migas di Cepu. (Sumber Foto:NET)

CEPU - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah memberangkatkan sebanyak 64 pencari kerja Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti pelatihan vokasi di PPSDM Migas Kementerian ESDM Cepu, Jawa Tengah.

Program tersebut secara resmi dibuka pada Senin, 11 Mei 2026, oleh Koordinator Pengembangan SDM PPSDM Migas, F.X. Yudi Tryono, didampingi Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso. 

Kegiatan ini adalah wujud kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dengan PPSDM Migas guna meningkatkan kompetensi pemuda OAP pada sektor industri migas.

Seluruh biaya pelatihan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 melalui penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua.

Tercatat 64 peserta akan menjalani pelatihan selama 27 hari yang mencakup tiga bidang kejuruan, yakni Operator Mobile Crane, Operator Forklift, serta Juru Ikat atau Rigger. 

Selain itu, diagendakan juga pelatihan bidang Operator Pembersihan Latihan Sumur yang akan diselenggarakan pada Juni mendatang.

Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, menuturkan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah daerah demi mencetak tenaga kerja OAP yang terampil dan mengantongi sertifikat nasional.

“Kami berharap OAP tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya. Melalui pelatihan intensif di Cepu ini, kami sedang menyiapkan aktor utama pembangunan di Papua Barat Daya,” ujar Suroso.

Suroso memaparkan bahwa usai masa pelatihan selesai, seluruh peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Suroso menilai keperluan akan tenaga kerja teknis bersertifikat di Papua Barat Daya terus meningkat seiring perkembangan sektor energi serta industri.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan tenaga kerja lokal berkemampuan tinggi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi daerah.

“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Kami ingin memutus mata rantai pengangguran dengan memastikan anak muda OAP memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan ketahanan energi nasional,” katanya.

Di pihak lain, PPSDM Migas Cepu menegaskan kesiapan dalam menyajikan pelatihan standar industri supaya peserta bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional. 

Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat segera diterima oleh pasar kerja dan menempati posisi strategis pada berbagai proyek industri di wilayah Papua Barat Daya.

Terkini