BYD dan Tesla Bantah Isu Manipulasi Baterai Lewat Update OTA

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:42:09 WIB
BYD e-Platform. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - Media pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa pihak berwenang sedang menginvestigasi dugaan 'battery locking' pada mobil listrik konsumen melalui sistem pembaruan nirkabel over-the-air (OTA) per 17 April.

Buntut dari kejadian ini, delapan produsen kendaraan dikabarkan dipanggil untuk dimintai klarifikasi, termasuk BYD yang secara tegas menyangkal tuduhan itu. Laporan ini awalnya tidak banyak menyita perhatian, namun perlahan mulai diberitakan oleh berbagai media lain.

Dampak berikutnya adalah beredarnya daftar perusahaan yang diduga terlibat di berbagai platform media sosial. 

Daftar yang disinyalir merupakan buatan kecerdasan buatan (AI) tersebut mengklaim bahwa BYD, Xpeng, Tesla, Li Auto, Zeekr, dan GAC Aion telah dipanggil atau diperiksa regulator atas dugaan pelanggaran tersebut.

Car News China menjelaskan bahwa menurut rumor di media sosial, ada tiga produsen yang sudah diselidiki secara resmi dan dua produsen telah menarik paket pembaruan perangkat lunaknya. 

Shanghai Observer melaporkan bahwa sejumlah akun media sosial otomotif mengunggah ulang serta memodifikasi berita lama dengan menyisipkan daftar nama produsen mobil yang diduga terlibat.

Perbincangan di internet semakin luas mengenai praktik battery locking yang memungkinkan produsen mengatur batas pengisian, batas pemakaian, hingga proses pengisian dan penyedotan daya via OTA. 

Beberapa kritikus menilai hal itu dapat mengurangi performa dan jarak tempuh, meski produsen berdalih pembaruan tersebut merupakan prosedur keselamatan.

Berdasarkan laporan media China, platform pengaduan 12315 menerima lebih dari 12 ribu keluhan terkait battery locking lewat OTA selama Maret 2026, melonjak 273 persen dibanding tahun lalu.

Pada Sabtu (9/5), BYD dan Xpeng menegaskan bahwa kabar pembaruan software yang berisi battery locking adalah berita bohong. 

Kedua perusahaan akan menempuh jalur hukum terhadap penyebar rumor tersebut. BYD mengklaim tidak pernah menerima surat panggilan terkait rumor itu.

Divisi hukum Xpeng menuturkan "beberapa akun media sosial menggunakan AI untuk menghasilkan dan menyebarkan klaim 'delapan perusahaan NEV diwawancarai secara kolektif' dan 'tiga perusahaan diselidiki'."

Perwakilan Tesla mengatakan kepada media China bahwa "laporan tersebut tidak akurat dan menyatakan bahwa semua pembaruan perangkat lunak menjalani pengujian dan prosedur pengajuan sebelum dirilis."

Nio menjelaskan kepada media setempat bahwa mereka tidak masuk dalam daftar wawancara yang dituduhkan, sementara Zeekr serta GAC Aion juga merilis pernyataan yang membantah keterlibatan dalam diskusi atau investigasi regulasi apa pun.

Terkini