PLN IP Gandeng DevvStream Garap PLTS Off-Grid dan Karbon Global

Senin, 11 Mei 2026 | 14:07:40 WIB
PLN IP Integrasikan PLTS dengan Monetisasi Karbon Global. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) kian memperkokoh langkahnya dalam perluasan bisnis ramah lingkungan lewat kemitraan strategis bersama perusahaan global, DevvStream Inc. 

Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) yang berfokus pada pengembangan solusi energi surya (Solar PV solution) di dalam portofolio bisnis beyond kWh.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernardus Sudarmanta, bersama CEO DevvStream Corp, Sunny Trinh, pada Jumat (8/5/2026). 

Sinergi ini menjadi pencapaian krusial bagi PLN IP dalam mengintegrasikan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mekanisme perdagangan karbon di pasar internasional.

Proyek ini diprioritaskan pada pembangunan PLTS off-grid yang diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi mandiri (self-consumption). 

Melalui skema tersebut, pembangkit tidak akan terhubung ke jaringan listrik pusat, sehingga aktivitas operasionalnya tetap selaras dengan regulasi lingkungan serta tata kelola pasar karbon yang berlaku saat ini.

Direktur Utama PLN IP, Bernardus Sudarmanta, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari proses transformasi perseroan menuju model bisnis yang lebih hijau. 

Inovasi Solar PV solution berbasis off-grid dipandang sebagai langkah tepat untuk menghadirkan energi bersih di lingkup operasional sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

"Ini adalah wujud nyata transformasi kami menuju bisnis beyond kWh yang memberikan nilai tambah. 

Kami tidak hanya menghadirkan solusi energi bersih di sisi operasional, tetapi juga mengoptimalkan peluang ekonomi melalui monetisasi karbon," ujar Bernardus dalam keterangan resminya.

Melalui kerja sama ini, PLN IP akan memproduksi Sertifikat Penurunan Emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari berbagai proyek PLTS yang tersebar di wilayah Indonesia. 

Sertifikat tersebut nantinya bakal dipasarkan ke kancah internasional melalui jaringan luas DevvStream sebagai mitra global.

Bernardus memaparkan lebih lanjut bahwa konsep beyond kWh yang diterapkan perusahaan saat ini telah mencakup layanan energi yang terpadu. 

Hal itu meliputi pengadaan pembangkit terbarukan, tata kelola emisi karbon, hingga maksimalisasi aset energi pelanggan secara lebih efektif.

Penerapan PLTS off-grid ini dirancang guna menopang kebutuhan energi pelanggan secara independen tanpa memengaruhi sistem kelistrikan yang sudah tersedia. 

Selain mendorong efisiensi, proyek ini ditargetkan memberikan dampak nyata terhadap reduksi gas rumah kaca di Indonesia.

Senada dengan hal itu, CEO DevvStream Sunny Trinh turut memberikan apresiasi atas terobosan PLN IP. Ia menilai pendekatan ini memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan di masa depan.

"Kami melihat potensi luar biasa dari model Solar PV off-grid yang dikembangkan PLN Indonesia Power. Pendekatan inovatif ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru di pasar karbon global," ungkap Sunny.

Kolaborasi ini sekaligus memperkuat posisi PT PLN Indonesia Power sebagai penggerak utama dalam pengembangan solusi energi yang berorientasi pada pelanggan (customer-centric energy solutions) di tanah air. 

Ke depannya, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Solar PV solution sebagai pilar utama dalam strategi transisi energi nasional.

"PLN IP akan terus mengoptimalkan peluang dari pasar karbon untuk menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung penuh agenda dekarbonisasi nasional," pungkas Bernardus.

Terkini